175 Ribu LTSHE Didistribusikan ke Indonesia Timur

Author : Franki Dibuat : Nov 22, 2018

175 Ribu LTSHE Didistribusikan ke Indonesia Timur
Listrik Indonesia | Pemerintah pada 2018 merencanakan untuk mendistribusikan sekitar 175 ribu unit Panel Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) ke kawasan Indonesia Bagian Timur.  Pihak Kementerian ESDM, menyatakan, pada 2018 ini akan dibagikan 175 ribu unit LTSHE yang akan didistribusikan ke 16 provinsi dengan fokus pada Indonesia Bagian Timur.

Menurut, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana, LTSHE tersebut diperuntukkan bagi warga yang belum pernah merasakan akses listrik. “Difokuskan untuk menerangi Indonesia bagian timur. Targetnya, pada 2019 nanti tidak ada lagi rumah yang gelap,” ungkap  Dadan.
Dadan seperti dikutip dari website Kementerian ESDM, medio November ini menyerahkan 80 paket LTSHE untuk warga Dusun Ketikupelang, di Dusun Ketikupelang, Desa Petawang, Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Di Pulau Sumba rencananya akan dibagikan sekitar 2.000 unit LTSHE yang disebar  di wilayah Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kementerian ESDM memang telah memprogramkan penyaluran 400.000 unti LTSHE terhadap 2.500 desa yang sebelumnya belum menikmati listrik sama sekali. Program tersebut dilakukan dalam kurun waktu 2017-2019.

Sementara, pada 2017, wilayah penerima LTSHE yang menjadi sasaran program  sebagian besar juga berada di Indonesia Bagian Timur, yakni Papua Barat (83 desa atau 70.847 penerima), Papua (610 desa atau 6.408 penerima), dan Maluku (23 desa atau 2807 penerima). Hal ini disebabkan pangsa pasar penerima LTSHE pada wilayah tersebut masih dominan dengan kriteria terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T).

Program LTSHE untuk penerangan 2.500 desa atau 256.114 rumah dengan kriteria 3T tersebut sangat tepat untuk percepatan dan pembangunan wilayah dalam jangka waktu pendek, suatu wilayah pedesaan dengan kondisi penduduk tesebar dan pola distribusi permukiman yang sulit dijangkau jaringan listrik PLN. Target penerangan 2.500 desa tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu 2 tahun (2017 - 2018) dan dipasang di 5 provinsi Indonesia. (AB)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top