Amankan Pasokan Listrik Saat Lebaran, Ini Langkah Cirebon Power

Author : Yusuf Dibuat : Jun 12, 2018

Amankan Pasokan Listrik Saat Lebaran, Ini Langkah Cirebon Power
Listrik indonesia Jakarta | Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PT Cirebon Electric Power (Cirebon Power) selaku independent power producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon 660 Megawatt (MW) siap mengamankan pasokan listrik untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto menuturkan, pemerintah serta stakeholders seperti industri menjaga agar suasana Hari Raya Idul Fitri berjalan kondusif. Tidak hanya soal transportasi dan infrastruktur saja, kebutuhan energi listrik juga harus tetap dijaga saat Lebaran.

"Cirebon Power siap mengoperasikan PLTU Cirebon 660 MW saat Lebaran. Pembangkit listrik itu tidak ada matinya," kata Heru dalam acara buka Cirebon Power bersama awak media di Jakarta, Senin (11/6).

Heru mengungkapkan, permintaan listrik saat Lebaran memang mengalami penurunan, sebab banyak industri dan perkantoran yang tidak beroperasi, sehingga tidak menggunakan listrik selama masa libur lebaran.  Menurutnya, penurunan permintaan listrik tersebut sesuai dengan permintaan PT PLN (Persero).

"Artinya, Cirebon tetap beroperasi untuk menjaga kelistrikan, meski ada pengurangan permintaan, saat Lebaran. Biasanya, pengurangan permintaan listrik bisa mencapai 50%. Itu semua tergantung PLN," paparnya.

Ia mengatakan, pengoperasian pembangkit pada Lebaran tidak menganggu keuangan perusahaan. Menurutnya, biaya operasional dan lain-lain disusun dalam jangka waktu setahun.

"Berkurangnya permintaan listrik juga mengurangi pemakaian bahan bakar pembangkit, yaitu batu bara. Masyarakat juga tidak perlu menghkawatirkan masalah polusi. Pasalnya, PLTU Cirebon 660 MW merupakan PLTU yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi super critical," jelas Heru.

Selain itu, Heru juga menyinggung soal progres pembangunan PLTU Cirebon Unit II 1.000 MW yang sedang tahap konstruksi. Menurutnya, tahapan konstruksi PLTU yang menggunakan teknologi ultra super critical tersebut sudah mencapai 14,7%. Karena itu, Cirebon Power akan melaksanakan first piling ceremony (pemancangan tiang pertama) PLTU Cirebon Unit II pada Juli mendatang, diiringi dengan peluncuran Pusat Vokasi Ketenagalistrikan.

"Kami berharap Presiden Republik Indonesia berkenan hadir, karena ini bukan cuma seremoni biasa, tapi juga langkah besar dalam sektor ketenagalistrikan. Berbarengan dengan first piling, kita akan meluncurkan Pusat Vokasi, serta dimulainya Project Digitalisasi 4.0 Pembangkit Listrik, dan ditutup dengan doa bersama masyarakat dalam Cirebon Bersholawat," tandas Heru.

(RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top