Aperlindo Dorong SNI Lampu LED

Author : Administrator Dibuat : Apr 27, 2016

Aperlindo Dorong SNI Lampu LED
Listrik Indonesia.com | Berkembangnya tren hidup hemat energi menyebabkan banyak masyarakat beralih menggunakan lampu LED. Menurut Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo), potensi pengembangan lampu LED di Tanah Air masih sangat besar, data tahun 2014 menunjukkan peningkatan yang signifikan dua kali lipat selama setahun (2014—2015), dari angka penggunaan 40 juta unit per tahun menjadi 80 juta unit per tahun.

Ketua Aperlindo, John Manopo menuturkan bahwa angka itu masih terus bisa ditingkatkan bila melihat kebutuhan lampu di Indonesia rata-rata 300 juta unit per tahun. “Masih bisa ditingkatkan bila ke depan, masyarakat yang masih menggunakan lampu hemat energi (LHE) mengganti lampunya dengan LED seiring dengan berubahnya tren akan hemat energi,” ungkapnya.

Tak hanya dalam cakupan lokal, menurutnya pasar ASEAN pun menjanjikan dengan adanya MEA 2016. “Di ASEAN baru ada tiga negara yang memiliki industri perlampuan, Indonesia salah satunya,” ungkapnya. Namun ia tidak memungkiri bahwa total produksi lampu LED Tanah Air masih rendah. Ia menyebut bahwa per tahunnya produksi Lampu LED belum mencapai angka tiga juta unit.  

“Hal ini disebabkan karena pelaku industri masih menantikan adanya kepastian regulasi dari pemerintah. Mereka sebenarnya mau mengembangkan, tapi masih ragu-ragu karena belum ada aturannya. HS code dan SNI belum ada. Kalau sudah ada regulasinya, saya yakin pelaku industri ini akan mengembangkan. TKDN yang sekarang masih 20%-30% juga bisa ditingkatkan sampai 40% kalau industrinya berkembang,” katanya.

John mengharapkan, pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk merilis standarisasi industri perlampuan terutama untuk lampu LED.  Bila pemerintah lamban dalam menetapkan keputusan yang mendorong perindustrian lampu ia khawatir dengan terbukanya MEA Indonesia justru menjadi pasar bagi negara ASEAN lainnya. “Pokoknya kami mendorong agar perlampuan kita jadi tuan rumah di negerinya sendiri,” tutupnya. (NA)
 

Tags : Asosiasi


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top