Arus Balik, Pemerintah Amankan Lonjakan Konsumsi BBM

Author : Franki Dibuat : Jun 10, 2019

Arus Balik, Pemerintah Amankan Lonjakan Konsumsi BBM
Listrik Indonesia  | Libur Idul Fitri 1440 H telah usai. Banyak perkantoran dan aktivitas bisnis kembali aktif pada hari ini, Senin, (10/6). Ribuan bahkan jutaan kendaraan kembali memadati jalan dari berbagai penjuru menuju Ibu Kota dan sekitarnya, sehingga konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pun meningkat tajam.

Tim Posko Nasional Sektor ESDM, Sabtu (8/6) melaporkan terjadinya peningkatan konsumsi bensin oktan tinggi terutama di sepanjang jalur mudik utama. Secara nasional, permintaan bensin jenis Pertamax/Akra 92 mengalami peningkatan sebesar 33,30%, disusul oleh Pertamax Turbo 8,60%, Premium 6,07% dan Pertalite 4,80%. Namun, pada BBM jenis solar, Biosolar dan Dexlite justru mengalami penurunan konsumsi hingga lebih dari 50%. Untuk jenis ini, hanya Pertamina Dex yang mengalami peningkatan, yakni sebesar 48,83%.

Meski kondisi pasokan aman (di atas 20 hari) untuk semua jenis BBM, Kementerian ESDM mengimbau kepada masyarakat yang berkendara jarak jauh untuk mengisi penuh tangki bensin sebelum berangkat atau sebelum memasuki jalan tol, mengingat saat ini juga telah diberlakukan rekayasa lalu lintas one way di jalan tol.

"Rekayasa lalu lintas arus balik one way di jalan tol, dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi bensin penuh sebelum memulai perjalanan arus balik, mengantisipasi padatnya jalan serta penuhnya rest area," ungkap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM di Bandung (9/6), dirilis esdm.go.id.

Sementara itu pada sektor Ketenagalistrikan, posko nasional sektor ESDM melaporkan kondisi ketenagalistrikan nasional aman, dengan total daya mampu pasok nasional mencapai 57.820,75 MW. Untuk kelistrikan pengusahaan PLN daya mampu sebesar 40.625,99 MW, beban puncak 26.128,44 MW sehingga memiliki cadangan sistem sebesar 14.497,56 MW. Status per 8 Juni, terdapat 20 daerah dengan cadangan cukup dan 2 daerah dengan kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu daerah Bima dan Nias.

Pada sektor geologi kondisi kebencanaan nasional, Posko melaporkan terdapat 69 jumlah gunung aktif, 48 gunung api dalam kondisi normal, 16 gunung api pada level waspada, 4 gunung api pada level siaga. Sedangkan untuk gerakan tanah/longsor nihil. (Fr)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top