Aspatindo Support Pemerintah Gunakan Produk Dalam Negeri

Author : Franki Dibuat : Aug 29, 2017

Aspatindo Support Pemerintah Gunakan Produk Dalam Negeri
Saptiastuti Hapsari, Ketua Aspatindo
Listrik Indonesia | Dalam proyek kelistrikan, pemerintah diharuskan membangun jaringan transmisi dan distribusi sepanjang 46.957 kms. Pemerintah tentu tak berjalan sendiri, menggandeng swasta untuk penyelesaiannya.

Tak terasa hampir tiga tahun proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo berjalan. Artinya, masih menyisakan waktu sekitar dua tahun lagi untuk menerangi Indonesia sampai pelosok negeri melalui proyek tersebut, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan meningkatkan rasio elektrifikasi dari Sabang-Merauke sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada program kelistrikan 35.000 Megawatt (MW), pemerintah yang dalam hal ini yaitu PT PLN (Persero) tidak hanya memacu untuk membangun pembangkitnya (IPP/Independen Power Producer). Melainkan membangun jaringan transmisi dan distribusi sekitar 46.597 kilo meter sirkit (kms), dengan rincian sekitar 43.284 kms akan dibangun PLN dan sekitar 3.313 kms dibangun swasta.

Melalui Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia (Aspatindo), pihaknya juga turut berpartisipasi dalam proyek tersebut. Misinya yakni, “Dibangun dengan mengutamakan asas manfaat dan menjunjung tinggi profesionalisme untuk ikut serta berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan memberikan Karya dan Cipta bagi Nusa, Bangsa, dan Negara”.

Ketua Aspatindo, Saptiastuti Hapsari mengungkap­kan, pemerintah pada Oktober 2016 lalu, menyata­kan untuk pembelian tower langsung ke pabrikan. Sebelumnya, pemerintah melalui kontraktor jika ingin membangun tower yang harganya sangat tinggi ketimbang langsung menemui pabrikan tower.

“Dengan cara pembelian langsung ke pabrikan tower, selain lebih cepat, dan murah, PLN bisa menghemat pengeluaran belanja negara,” ungkap Saptiastuti Hapsari kepada majalah Listrik Indonesia, di kantornya di bilangan Casablanca, Jakarta Selatan.

Menurut Hapsari, seharusnya program kelistrikan tersebut dikhususkan untuk produksi dalam negeri. “Program 35.000 MW ini Kan, pemerintah menginginkan semuanya bisa dipasok dari pabrikan dalam negeri. Makanya, kami (Aspatindo) ini men-support untuk proyek listrik,” terangnya.

Pasalnya, dalam proyek kelistrikan tersebut, PLN diwajibkan membangun jaringan transmisi sepanjang 46.597 kms. Untuk itu Aspatindo sendiri selalu men-support PLN dengan menggunakan produk dalam negeri.

Saat ini, ada sekitar 18 pabrikan tower di Indonesia, yang mampu meng-handle pembangunan tower di seluruh nusantara. “Sebetulnya pemerintah tidak perlu impor, karena di dalam negeri memiliki pabrikan sendiri. Kalau impor semua, nanti pabrikan dalam negeri bisa tutup semua gimana? Pengangguran makin banyak,” tutur Hapsari.

Ia menambahakan, makanya benar, Pemerintah menyarankan harus menggunakan produksi dalam negeri, dan hal ini dikuatkan lagi dengan adanya Peraturan Menteri Perindustrian (Permen Perin) Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. (GF)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top