BBM Satu Harga, Pemerintah Resmikan SPBU ke-32 di Nias

Author : Franki Dibuat : Dec 4, 2017

BBM Satu Harga, Pemerintah Resmikan SPBU ke-32 di Nias
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

SPBU Kompak Lahoni tersebut merupakan titik yang ke-32, bagian dari program penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo yang diperuntukkan untuk rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Menurut Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Harya Adityawarman, SPBU tersebut merupakan merupakan titik ke-32, Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Nias Barat, selainn itu, berdirinya SPBU ini adalah hasil dari sinergi dari seluruh pihak.

"SPBU Kompak Lahomi adalah titik ke-32. SPBU ini tidak akan terbangun kalau tidak ada sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pertamina dan8 pengusaha. Dengan keberadaan SPBU ini tolong dijaga. Ini adalah SPBU pertama di Nias Barat. Jangan nanti BBM diborong atau dijual ke pengecer," terang Harya melalui keterangan tertulisnya akhir pekan lalu di Jakarta, seperti yang dituliskan Senin, (4/12).

Ia menambahkan, SPBU Kompak Lahomi akan memudahkan masyarakat sekitar untuk mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di Pulau Jawa, yakni sekitar Rp6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp5.150 per liter untuk jenis Solar.

Warga tidak perlu lagi menempuh jarak sejauh 20 kilo meter (km) ke arah Sirombu dan 50 km ke arah Gunung Sitoli untuk membeli BBM yang harganya sekitar Rp l7.000 hingga Rp 9.000 per Liter.

Sedangkan itu, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Henry Ahmad mengungkapkan, setiap tahun BPH Migas menetapkan kuota BBM bagi setiap kabupaten/kota, namun belum ada lembaga penyalur di Kabupaten Nias Barat.

"Setiap tahun kita tetapkan kuota untuk seluruh kabupaten/Tr kota, termasuk (Kabupaten) Nias Barat, tapi ko'99"ga ada penyalurnya? Yang ada hanya Pertamini, atau pengecer-pengecer yang dari sisi kualitas tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu ilegal," kelasi .

Henry menjelaskan bahwa dengan berdirinya SPBU Kompak Lahomi, maka kualitas bahan bakar lebih terjamin dengan harga yang sama secara Nasional.

Lebih jauh dia mengatakan, Kepada lembaga penyalur, Henry juga menegaskan untuk dapat mendistribusikan BBM kepada masyarakat dengan baik.

"Pemilik SPBU jangan tergiur dengan pendapatan yang lebih besar, sehingga jatuhnya bukan kepada masyarakat, tapi jatuhnya ke pengecer. Kata kuncinya ini untuk kita semua, manfaatnya juga untuk semua," tandasnya.

Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat kepada wilayah yang dipimpinnya, mengingat sejak berdirinya Kabupaten Nias Barat 8 tahun lalu, belum ada SPBU yang berdiri di Ibu Kota Kabupaten Nias Barat.

"Kerinduan kami selama ini, sejak Kabupaten ini lahir 8 tahun yang lalu terobati. Selama ini kami hanya menjumpai pengecer," ungkap Faduhusi.

Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 kecamatan dan 105 desa dengan penduduk berjumlah sekitar 92 ribu jiwa. Beridirinya SPBU Kompak Lahomi diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan harga yang berlaku secara Nasional.

"Bayangkan kalau kami ke Gunung Sitoli, dua jam perjalanan Pak. Kami harus cari-cari dulu itu (BBM). Program BBM Satu Harga ini luar biasa. Masyarakat kami hidup dari pertanian dan perikanan. Di sini tidak ada perusahaan, tidak ada pabrik. SPBU ini jadi ciri khas gambaran Ibu Kota Kabupaten, tadinya di sini tidak ada apa-apa," terangnya.

SPBU Kompak Lahomi memiliki 2 tangki pendam dengan kapasitas masing-masing 15 kilo liter (kl) Premium dan 15 kl Biosolar. Pasokan BBM untuk SPBU ini berasal dari Terminal BBM Gunung Sitoli yang berjarak sekitar 58 kilo dari SPBU Kompak Lahomi.  (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top