BBM Satu Harga, Pemerintah Targetkan Bangun 150 Penyalur Hingga 2019

Author : Franki Dibuat : Aug 10, 2017

BBM Satu Harga, Pemerintah Targetkan Bangun 150 Penyalur Hingga 2019
Listrik Indonesia | Dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Presiden RI Joko Widodo mencanangkan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga.
 
Kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh masih mahalnya harga BBM di beberapa daerah, terutama di Indonesia bagian timur. Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi fokus pemerintah dalam mengimplementasikan program BBM Satu Harga dengan memperhatikan 122 Daerah Tertinggal dan 43 Daerah Terdepan/Terluar.
 
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional.
 
Menurut Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Ego Syahrial, Permen tersebut mengamanatkan agar Badan Usaha penyalur BBM mendirikan penyalur di Lokasi Tertentu yaitu lokasi-lokasi yang belum terdapat Penyalur Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan, sehingga masyarakat dapat membeli BBM dengan harga jual eceran yang ditetapkan Pemerintah. Target Kebijakan BBM satu harga yaitu pembangunan sekitar 150 lembaga penyalur hingga tahun 2019.
 
"Percepatan BBM satu harga, target pendirian lembaga penyalur di 150 titik yang sudah kita identifikasi dari tahun 2016 bersama BPH dan Pertamina, realisasinya hingga semester I 2017 ini kita sudah membangun di 21 titik dan ini rata-rata berlokasi di daerah-daerah terluar diantarannya adalah di Sangihe Talaud, di Pulau Marotai, Pulau Nias dan Pulau Mentawai," ujar Ego Syahrial saat menyampaikan Capaian Kinerja Subsektor Minyak Dan Gas Bumi Semester I Tahun 2017, beberapa waktu lalu di Jakarta, seperti yang dituliskan (10/08).
Ia mengungkapkan, daerah terisolir menjadi target Pemerintah dalam menyeragamkan harga BBM tersebut. Sebab, masyarakat yang tinggal di wilayah 3T tersebut umumnya membeli harga BBM diatas harga normal.
 
"Daerah terisolir dan sulit merupakan target kita. Kita targetkan hingga akhir tahun 2017 sebanyak 54 titik. Di tahun 2017 – 2019, Pemerintah akan membangun sebanyak 150 penyalur," papar Ego. (RG)
 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top