Benarkah Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menambah Polusi?

Author : Franki Dibuat : Apr 17, 2018

Benarkah Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menambah Polusi?
Listrik Indonesia | Ir. Djiteng Marsudi menyatakan, pembangkit listrik tenaga angin/PLTBayu menyebabkan bertambahnya polusi udara di daerah tersebut. Mengapa bisa begitu?

Menurut Djiteng, PLTB yang dibangun di Indonesia dapat menjadi pemicu bertambahnya polusi udara. Sebab, embusan tidak terus-menerus besar dan dapat menggerakkan turbin, ada kalanya angin tidak berembus.

"Karena tidak selalu ada angin. Waktu ada angin besar, dia harus diberi tempat di dalam sistem, karena energinya besar," jelas Djiteng Marsudi, Jakarta, (17/04).

Direktur Utama PT PLN (Persero) di era 1990-an ini menambahkan, dengan adanya PLTB, otomatis penggunaan pembangkit listrik sebelumnya yakni tenaga uap (PLTU) harus dikurangi.

"Karena untuk memberi tempat PLTB, penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dikurangi. Akan tetapi jika hembusan anginnya sedang tidak ada (tidak besar), penggunaan pembangkit listrik bertenaga batu bara dinaikkan kembali, sehingga PLTU tersebut bebannya naik turun," ungkapnya.

"Nah, karena bebannya naik turun itulah yang menyebabkan polusinya naik. Karena waktu dinyalakan atau dinaikkan dayanya, terjadi perubahan sehingga mengeluarkan asap hitam yang terjadi saat pembakaran," papar Djiteng.

Dikatakan olehnya, di negara-negara maju telah dihitung efek dari PLTB terhadap kenaikkan polisi. Hal tersebut dilakukan agar jumlah polusi udara tidak semakin naik.

"Jika hembusan angin sedang besar, keberadaan PLTU porsinya dikurang. Begitupun sebaliknya, jika hembusan anginnya tidak terlalu besar, penggunaan PLTU dinaikkan. Hal itulah yang menghasilkan polusi udara lebih banyak," tandasnya. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top