Berbasis Industri 4.0, Nalco Water Ciptakan Digitalisasi Water Treatment

Author : Franki Dibuat : Oct 12, 2018

Berbasis Industri 4.0, Nalco Water Ciptakan Digitalisasi Water Treatment
Hamdani Bantasyam, Business Head Nalco Water (kiri).
Listrik Indonesia |  Bicara tentang inovasi memang tidak akan ada habisnya, seperti halnya yang dilakukan oleh PT Ecolab International Indonesia, (Nalco Water) yang melakukan pengembangan produknya yang dapat dikontrol melalui Internet of Things (IoT). Produknya ialah Water Treatment pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), di mana water treatment fungsinya sangat penting dalam sebuah pembangkit, sebab jika tidak, bisa dikatakan pembangkit tersebut tidak akan bisa beroperasi.

Di dalam event sektor kelistrikan Tanah Air (Indonesia Best Electricity Awards /IBEA), Nalco Water berupaya untuk menyabet penghargaan di kategori yang diikutinya yakni The Best Innovation Company.  

Kali kedua mengikuti IBEA ini, Nalco Water hadir dengan teknologi barunya yaitu berbasis digital IoT. Memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan monitoring dan kontrol terhadap Water Treatment pada sebuah PLTU dari jarak jauh.

"Artinya customer tidak perlu jauh-jauh datang ke lokasi untuk memantau kondisi yang terjadi di pembangkit. Berbasis digital platform, kini customer dapat memantau kondisi yang terjadi secara nyata melalui smartphone, komputer," jelas Hamdani Bantasyam, Business Head Nalco Water, saat berbincang dengan listrikindonesia.com di Jakarta (12/10).

Dalam kategori buang diikuti kali ini, pihaknya berharap dapat menyabet penghargaan seperti tahun sebelumnya.

"Tahun lalu kita meraih penghargaan di kategori The Best Supporting Company. Tahun ini kita berharap seperti tahun kemarin. Sekarang kita mengikuti di kategori The Best Innovation Company, kita yakin bisa meraih penghargaan ini," sambungnya.

Ia berharap kepada dewan juri, agar perusahaan yang berhasil meraih pengarahan dapat memberikan yang terbaik untuk pembangkit di Indonesia.

Dikatakan olehnya, di era modern seperti ini semuanya mengacu pada digitalisasi industri 4.0, yang mana Nalco sendiri dalam produk andalannya, yakni Water Treatment tengah meng-upgrade produknya menuju kearah tersebut.

"Kita ada digital platform, di mana customer yang berada di remote area bisa dikontrol dan dimonitor melalui smartphone. Kalau sebelumnya customer ingin memantau progresnya harus datang ke site (lokasi) yang, kini customer jika ingin monitor tidak perlu jauh-jauh datang ke lokasi, cukup menggunakan smartphone, semua sudah bisa dikontrol," ungkap Hamdani.

"Dengan digital platform ini, customer bisa mengetahui kondisi realtime di lokasi. Ini juga memudahkan konsumen untuk efisiensi waktu," paparnya.

Tentunya bukan hal mudah dalam menciptakan berbagai inovasi, menurut Product Specialist Nalco Water, Nugraha Y. Arifpin, kendala yang sering dihadapi oleh para customer adalah tidak ada operator dilapangan ketika terjadi kondisi ang tidak ideal, jauh San tidak bisa melakukan proses intervensi yang sesuai. Untuk itu, pihaknya telah berinovasi dengan memanfaatkan internet yang dihubungkan oleh siatem di lokasi agar jika terjadi trouble dapat segera diatasi tanpa harus mendatangkan operator.

"Sistem kami ketika ada kondisi yang tidak ideal, bisa segera melakukan action tanpa harus menunggu operator. Siatem kami nanti jika ada trouble akan memberi notifikasi ke kami agar dapat dilakukan penindakan," katanya.

Sekadar informasi, Nalco Water sendiri telah melakukan upgrade sistem digitalisasi Water Treatment di lebih dari 20 pembangkit listrik. Ke depan pihaknya berusaha untuk meningkatkan hingga seluruh customernya dapat melakukan upgrade sistem digitalisasi Water Treatment. (RG)

Tags : News
Terakhir disunting : Oct 12, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top