Berbekal Pengalaman, Taka Turbo Ekspansi Pasar Internasional

Author : Franki Dibuat : Sep 18, 2018

Berbekal Pengalaman, Taka Turbo Ekspansi Pasar Internasional
Listrik Indonesia | Berfokus pada heavy rotating equiptment, repair dan manufacture untuk spare part Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dalam negeri, seperti steam turbine, gas turbine, compressor, pompa, dan generator.

PT Taka Turbomachinery Indonesia (Taka Turbo) berencana untuk mengembangkan bisnisnya ke negara-negara lainnya, seperi di Vietnam, Malaysia, dan lainnya.

Customer Support Supervisor PT Taka Turbomachinery Indonesia (Taka Turbo) Ratih Anggraeni mengatakan, untuk PLTA sendiri saat ini bisnisnya tengah berkembang, sejalan dengan program pemerintah yakni 35.000 Megawatt (MW).

"Salah satunya yang menjadi customer kita pada PLTA itu adalah Cirata. Sementara untuk yang lainnya lebih banyak ke PLTU, contohnya PLTU grupnya PT PLN (Persero)," jelasnya saat ditemui listrikindonesia.com di ICE BSD, Tangerang (18/09).

Sementara, Supervisor Inspection Unit PT Taka Turbo, Riki Sukma Umbara menambahkan, pihaknya lebih banyak bermain di PLTU milik PLN group.

"Untuk maintenance pembuatan part-part baru kita support mereka (PLN Group). Selain itu, untuk para produsen listrik swasta (IPP) juga kita bantu untuk repair and maintenance-nya," kata Riki.

"Spiritnya kita bantu pemerintah, bagaimana caranya agar ketahanan listrik kita terus kuat, jangan sampai misalnya ada kerusakan-kerusakan yang memakan waktu lama untuk di perbaiki. Sekarang kita sudah saatnya jemput bola," sambungnya.

Di beberapa lokasi, lanjut Riki, pihaknya yang datang ke sana (site), jadi semua proses pengerjaannya di site, hal itu dilakukan agar mempercepat proses perbaikannya daripada dibawa ke workshop.

"Semua equipment dan manpower kita bawa ke site dan itu sudah menjadi keuntungan untuk customer sendiri, tentunya tergantung kerusakan dari pembangkit itu sendiri. Sebab saat ini waktu yang menjadi urat nadi pembangkit, jangan sampai downtime-nya terlalu lama.

Di dalam komponen pembangkit yang sering mengalami permasalahan itu terletak pada turbin. Tapi kembali lagi bagaimana pemakaian dan pemeliharaan terhadap pembangkit itu tersebut.

"Yang paling sering turbin itu sendiri, lalu pendukungnya ada bearing, kemudian blend juga, itu yang sering kita perbaiki," katanya.

Untuk lama perbaikan sendiri, ia mengungkapkan, hal itu tergantung dari jenis kerusakannya sendiri, ada yang bisa satu hari selesai, dua hari, bahkan paling lama tiga sampai empat bulan baru selesai.

"Kembali lagi semua tergantung kerusakannya apakah di minor, middle, atau bahkan di major?" ungkap Riki.

"Salah satunya yang pernah kita tangani itu di PLTU Amurang, di Manado, Sulawesi Utara," tandas Riki. (Rg)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top