Bersama Perusahan Korsel, WIKA Garap PLTA Peusangan-4 120 MW di Aceh

Author : Franki Dibuat : Sep 12, 2018

Bersama Perusahan Korsel, WIKA Garap PLTA Peusangan-4 120 MW di Aceh
Listrik Indonesia | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, bersama dengan Korea South-East Power Corporation (KOEN) dan Hyundai Engineering & Construction Co., LTD (HDCE) menyepakati kerja sama untuk investasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan-4 di Aceh dengan kapasitas sebesar 120 Megawatt (MW) Peaker.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Utama Wijaya Karya, Novel Arsyad; Executive Vice President KOEN Hak-bin Kim; dan Senior Vice President HDCE Oh-hyuk Kwon yang dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan (Korsel), 10 September 2018, dalam Indonesia - Korea Business and Investment Forum 2018.

Dalam perjanjian tersebut disaksikan oleh Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Energi Korsel, Ungyu Park; Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong; selain itu juga hadiri Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Korea, Yongman Park dan Ketua KADIN Indonesia, Rosan Roeslani.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Wijaya Karya alias WIKA Novel Arsyad mengungkapkan, para pihak bersepakat untuk mengakuisisi PT Ingako Energy sebagai perusahaan yang telah mendapatkan izin prinsip dan izin lokasi untuk pengembangan PLTA Peusangan-4.

Dikatakan olehnya, porsi kepemilikian WIKA pada PT Ingako Energy sendiri ditargetkan sebesar 25%, sementara 30% saham akan dimiliki oleh HDCE, lalu 25% dimiliki oleh KOEN dan sisanya 20% menjadi milik IGIS Asset Management.

Masuknya WIKA sebagai investor dalam pengembangan PLTA-4 Peusangan ini merupakan salah satu strategi WIKA yang tertuang dalam roadmap perseroan 2018-2023. Keputusan untuk mengakuisisi PT Ingako Energy telah melalui feasibility study yang dilakukan WIKA.

"Kami yakin (PT Ingako Energy) akan mampu memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh PT PLN (Persero) yang akan menyerap tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTA-4 Peusangan," ungkap Novel dalam keterangan tertulisnya kemarin, seperti yang dituliskan (12/09).

Menurut Novel, posisi WIKA semakin strategis sejalan dengan perannya sebagai investor, kontraktor dan pada proses operasi dan pemeliharaan PLTA-4 Peusangan.

"Selaku kontraktor, WIKA akan bekerja sama dengan HDCE untuk mengembangkan PLTA-4 Peusangan, untuk lingkup pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) selama 60 bulan dengan nilai kontrak mencapai US$ 361 juta atau Rp 5,3 triliun (kurs Rp 14.800)," paparnya.

"Hyundai (HDCE) sudah lebih dulu melakukan kegiatan konstruksi pada PLTA Peusangan 1 dan 2. Mereka kuat dari segi pengalaman dan finansial. WIKA akan memanfaatkan kesempatan ini untuk transfer knowledge agar bisa menambah kompetensi kita di bidang pembangunan pembangkit listrik" sambung Novel.

Ia menambahkan, setelah konstruksi selesai dilaksanakan, WIKA bekerja sama dengan KOEN untuk operation and maintanance selama 30 tahun. Dengan beroperasinya PLTA-4 Peusangan, diharapkan dapat memberikan recurring income dan meningkatkan keuntungan perseroan.

Lebih jauh ia mengatakan, PLTA Peusangan-4 terletak di bagian tengah pegunungan atau di arah barat Danau Laut Tawar, berdekatan dengan Takengon, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah.

PLTA Peusangan-4 merupakan salah satu proyek yang terdaftar dalam program percepatan proyek (prioritas) PLN dan juga masuk dalam daftar Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2018-2027 dari yang semula mempunyai kapasitas sebesar 83 MW (RUPTL 2017-2026) mengalami peningkatan menjadi 120 MW (Peaker).

Beroperasinya PLTA Peusangan-4 ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber tenaga listrik dan meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan Aceh-Sumatera Utara.

Investasi pada PLTA Peusangan-4 tersebut akan menambah portofolio Perseroan di bidang investasi pada sektor ketenagalistrikan. Sebelumnya, dalam sektor ketenagalistrikan WIKA telah berinvestasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rawa Minyak kapasitas 25 MW; PLTMG Rengat kapasitas 20 MW; Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang kapasitas 60 MW; dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bali kapasitas 50 MW. (Rg)

Tags : News
Terakhir disunting : Sep 14, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top