Biodiesel Rambah Sektor Pertambangan

Author : Franki Dibuat : Apr 20, 2018

Biodiesel Rambah Sektor Pertambangan
Rida Mulyana, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM. (Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | Kementerian ESDM meningkatan target campuran biodiesel solar di 2018 sebesar 3,5 juta kiloliter (KL). Penggunaan biodiesel juga mulai merambah ke sektor pertambangan.

Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan penggunaan biodiesel untuk transportasi darat dan baru-baru ini di uji cobakan ke kereta api. Tak hanya itu, Pemerintah juga berencana melakukan penerapan biodiesel untuk sektor pertambangan yang akan diimplementasikan secara full pada Juni.

"Kami memproyeksikan penggunaan biodiesel di sektor pertambangan sebesar 15% atau 421 ribu KL yang dapat diserap di tahun ini, " ungkap Dirjen EBTKE Rida Mulyana, saat jumpa media di kantor Direktorat Jenderal EBTKE, Jakarta, Rabu (19/4).

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi biodiesel untuk periode Mei-Oktober 2018 sebesar 1,456 juta KL,  yang ditujukan untuk transportasi dan pembangkit listrik. PT Pertamina (persero)  dan PT AKR Corporation termasuk 19 perusahaan yang ditunjuk untuk menyediakan dan menyalurkan biodiesel. Untuk Pertamina alokasi sebesar 1,426 juta KL dan AKR sebesar 30 ribu KL.

"Setiap tahun diproyeksikan konsumsi biodiesel akan terus meningkat, kita berharap juga diperluas seperti ke sektor industri manufaktur misalkan. Untuk penyerapan biodiesel di sektor pertambangan B5 (5%) dan B15 (15%) itu non PSO,” terangnya.

Pencampuran biodiesel dan perluasannya disambut baik oleh kalangan asosiasi yang menggunakan biodiesel, karena banyak manfaat yang didapat, seperti mengurangi konsumsi solar dan tentunya lebih ramah lingkungan. Pihak pengguna biodiesel berharap selain mendapatkan manfaat juga harga biodieselnya ramah alias lebih murah.  (GC)

Tags : News
Terakhir disunting : Apr 20, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top