Bisa Mengeksekusi Rencana Besar RUPTL

Author : Franki Dibuat : Aug 12, 2019

Bisa Mengeksekusi Rencana Besar RUPTL
Riyanto Mashan, CEO Tri Mitra Group
Listrik Indonesia | Sebagai BUMN Listrik pelat merah, PLN diberi tugas ganda yaitu melaksanakan Publik Service Obligation (PSO) untuk melistriki masyarakat yang kurang mampu melalui subsidi, dan di sisi lain mencari profit untuk perusahaan.

Tantangan untuk melistriki seluruh masyarakat menjadi tugas PLN. Dengan berbagai upaya terus menerus harus diakui bahwa PLN telah bekerja keras untuk menyelesaikan penugasan penting di bidang kelistrikan, salah satunya adalah menuntaskan program 35.000 MW dan on going progress 7.000 MW.

Melihat kondisi kelistrikan yang semakin dibutuhkan, tentunya ke depan nakhoda PLN harus profesional, mandiri, dan berani secara terukur mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih tersisa.

Seperti apa sosok nakhoda yang ideal untuk memimpin PLN? Listrik Indonesia mencoba meminta masuk­an dan pendapat dari berbagai narasumber. Berikut beberapa kutip­an pendapatnya seperti dimuat dalam majalah Listrik Indonesia edisi 69 dalam rubrik Mereka Bicara.

Riyanto Mashan, CEO Tri Mitra Group mengatakan, "Soal individu Direktur Utama PT PLN, sesungguhnya saya tidak berada di kapasitas yang tepat untuk mengevaluasi. Namun, bila berbicara ideal, menurut saya sosok itu haruslah orang yang mengerti dengan benar dunia kelistrikan, khususnya di Indonesia."

Selain itu, sosok tersebut juga harus memiliki leadership yang kuat. Ini lantaran PLN merupakan korporasi besar, me­layani 270 juta penduduk. Maka, sosoknya harus kuat dalam me­nge­­lola operasional PLN, juga kuat menghadapi kritikan, positif maupun negatif. Sejalan dengan paparan Presiden Jokowi,  yang membutuhkan kecepatan eksekusi.

Sosok pemimpin PLN ini harus bisa meng­eksekusi rencana besar yang sudah terkandung dalam RUPTL 20 tahun ke depan.  Sosok ideal yang saya pribadi harapkan adalah sosok eksekutor andal yang mampu mengeksekusi rencana jangka panjang dan menengah dari sektor ketenagalistrikan. (MH)

Tags : News
Terakhir disunting : Aug 12, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top