Black & Veatch Melistriki Kota-kota Pintar di Indonesia

Author : Franki Dibuat : May 23, 2018

Black & Veatch Melistriki Kota-kota Pintar di Indonesia
Listrik Indonesia | Membangun sebuah kota pintar (smart city) mudah dibayangkan, namun penuh tantangan dalam penerapannya. Black & Veatch adalah perusahaan EPC (engineering, procurement, construction) yang fokus di bidang energi – melalui energi terbarukan, teknologi hybrid, smart grid, microgrid dan pertambangan – air, telekomunikasi dan layanan pemerintahah yang siap membangun kota-kota pintar di Indonesia.

Mewujudkan smart city pada kenyataannya sering diawali dengan penerapan serangkaian perubahan kecil yang berkontribusi pada perubahan secara keseluruhan. Jalan menuju smart city penuh dengan rintangan: anggaran yang ketat, prioritas yang tidak sejalan, dan publik yang skeptis.
Namun demikian, inisiatif smart city yang dilakukan oleh kota Jakarta, Bandung dan Makassar telah menjadi contoh, mendemonstrasikan bagaimana kepemimpinan, visi, kolaborasi, dan keterlibatan pemain lokal dapat membantu mengatasi semua keraguan yang ada.

Kebutuhan akan inovasi energi menjadi dasar kesuksesan smart city. Secara global, perusahaan layanan publik memodernisasi jaringan mereka, memberdayakan pelanggan dan mengintegrasikan pasar baru, model bisnis, serta teknologi. Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan layanan publik untuk memfasilitasi kota-kota yang terkoneksi dengan memanfaatkan teknologi jaringan mereka.

Menggabungkan inovasi di bidang energi dan lingkungan yang berkelanjutan memiliki potensi untuk menciptakan lanskap energi yang berbeda dari pembangkit listrik tenaga batubara terpusat dan berskala besar seperti yang telah ada selama ini.

Energi terbarukan akan berperan lebih besar dalam memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Kemungkinan besar, kita akan melihat penggunaan energi matahari yang jauh lebih besar kedepannya. Hal ini akan dicapai melalui kombinasi teknologi tenaga surya dan jaringan tenaga listrik mikro (microgrid).

Di smart city, daerah yang menghasilkan listrik dari sumber energi terbarukan akan memiliki skala kecil, terhadap pembangkit listrik tenaga batubara konvensional, tetapi tersebar dan dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk menyediakan pasokan listrik yang handal, mampu memenuhi kebutuhan kota modern yang berfluktuasi, model pembangkit yang menyebar ini perlu untuk dikelola dan didistribusikan oleh jaringan pembangkit mikro lokal.

Kebutuhan smart city akan daya listrik akan menjadi sedemikian rupa sehingga meskipun terjadi pertumbuhan cukup besar dalam penggunaan energi terbarukan, pembangkit beban dasar berbahan bakar fosil akan tetap dibutuhkan di masa mendatang. Jadi peran lain dari jaringan pembangkit mikro adalah untuk mengintegrasikan energi intermiten dari beberapa sumber energi terbarukan dengan pembangkit beban dasar berbahan bakar fosil.

Untuk Indonesia, selain membantu negara mewujudkan tujuan smart city, pembangkit ini dapat menstabilkan pasokan listrik untuk pelanggan, menghantar listrik ke daerah terpencil serta meningkatkan keberlanjutan. (GC)

Tags : News
Terakhir disunting : May 23, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top