Butuh 10,7 Triliun, Capai Rasio Elektrifikasi 100%

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : May 4, 2020

Butuh 10,7 Triliun, Capai Rasio Elektrifikasi 100%
Listrik Indonesia | Dalam mengejar pencapaian rasio elektrifikasi saat ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 10,7 Triliun. Karena itu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong keterlibatan sektor swasta dalam peningkatan rasio elektrifikasi di kawasan terpencil melalui skema investasi.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo, saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Menurut kalkulasinya, total kebutuhan investasi untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 100 persen adalah sekitar 10,7 Triliun. Dari kebutuhan tersebut, prioritasnya adalah untuk melistriki kawasan Timur Indonesia seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, dan Sulawesi Selatan. 

Karena itu,  Kementerian ESDM mendorong keterlibatan sektor swasta dalam peningkatan rasio elektrifikasi di kawasan terpencil melalui skema investasi. Triharyo menyampaikan bahwa saat ini rasio elektrifikasi masih berada pada angka 98,89 persen. Menteri ESDM Arifin Tasrif menargetkan Rasio Elektrifikasi bisa segera mencapai 100 persen.

Lebih lajut, Triharyo menerangkan dengan PLN untuk menggandeng investor. Hal ini untuk meringankan beban PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan, sehingga PLN dapat fokus pada penyelesaian Program 35.000 MW.

Skema penyediaan listrik di Indonesia Timur menurut Triharyo bisa memanfaatkan dana desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mekanisme yang dimungkinkan antara lain BUMDes menggandeng perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

“Pak Menteri minta dua tahun ini kalau bisa selesai. Mari kita laksanakan program ini kalau bisa segera selesai," ucap Triharyo.

Selain peningkatan rasio elektrifikasi, Triharyo juga menyampaikan rencana pemerintah untuk mendukung investasi dengan memenuhi kebutuhan listrik Smelter. Menurutnya total kebutuhan listrik untuk melistriki smelter yang masih dalam tahap pembangunan sekitar 4.789 MW untuk sekitar 68 smelter yang sebagian besar adalah produksi Nikel. (CR)


















 



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top