News
Trending

Butuh 3 Jam Untuk Ngecas Motor Listrik di SPLU PLN

Listrik Indonesia, Butuh 3 Jam Untuk Ngecas Motor Listrik di SPLU PLN, PT PLN (Persero), Kementerian ESDM, Ignasius Jonan, Irwadhi Marzuki, BUMN, Dirjen Ketenagalistrikan, EBTKE, Migas, Minerba, Rida Mulyana, Nicke Widyawati, Dirut PLN, Pertamina, STT PLN

Butuh 3 Jam Untuk Ngecas Motor Listrik di SPLU PLN
Foto: R Akmal/Listrik Indonesia
Listrik Indonesia - Jakarta | PLN UID Jakarta Raya (Disjaya) menjadi salah satu operator SPLU terbanyak dengan jumlah mencapai 1.922 unit, di Jakarta dan sekitarnya.

Untuk spesifikasinya, masing-masing meter listrik di SPLU tersebut memiliki daya 5.500 VA (Volt Ampere) dan diyakini bisa menyuplai listrik charging kendaraan listrik yang saat ini banyak dipasarkan dengan daya bervariasi antara 500-2.500 watt.

Dijelaskan Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Tris Yanuarsyah, semua kendaraan listrik yang menggunakan tipe steker atau power plug yang umum digunakan di Indonesia, bisa menggunakan fasilitas SPLU tersebut.

"Durasi pengecasan setiap kendaraan berbeda. Tergantung kapasitas baterai dan teknologi charger masing-masing kendaraan listrik. Untuk motor listrik sendiri rata-rata butuh waktu 2-3 jam hingga baterai bisa mencapai kapasitas penuh dengan menggunakan teknologi saat ini, normal charging. Ke depannya, PLN UID Jakarta Raya akan mengembangkan charging station yang mendukung teknologi fast charging," ungkap Tris kepada Listrik Indonesia.com, Selasa (13/8).

Soal tarif, SPLU sendiri merupakan sumber listrik dengan golongan layanan khusus dengan tarif sebesar Rp 1.644,52/kWh. Dan diklaim belum ada kenaikan tarif hingga kini.

"Golongan layanan khusus ini mengalami tariff adjustment setiap tiga bulan sekali berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 28 Tahun 2016. Tarif adjustment ini dipengaruhi oleh 3 faktor, yakni nilai tukar dolar (US$), harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP), dan inflasi. Namun sejak Januari 2017 hingga saat ini, tarif golongan listrik tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka Rp 1.644,52/kWh," sambung Tris.

Sebagian lokasi SPLU PLN sudah dapat dicek di Google Maps dengan keyword SPLU PLN. Sedangkan sisanya masih dalam tahap proses input tagging ke Google Maps.

"Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan evaluasi demand di masyarakat. Kedepannya, kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat, termasuk kebutuhan charging station yang didedikasikan khusus untuk kendaraan listrik (electronic vehicle) di kantor-kantor dan tempat umum," pungkas Tris (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button