Capai Tahap Financial Close, PLTB Tanjung Power COD 2019

Author : Franki Dibuat : Feb 8, 2017

Capai Tahap Financial Close, PLTB Tanjung Power COD 2019
Garibaldi Thohir, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk
Listrik Indonesia | Pembangkit listrik bertenaga batu bara milik PT Tanjung Power Indonesia (TPI) berkapasitas 2x100 Megawatt (MW) yang terletak di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah memasuki tahap kesepakatan pembiayaan (financial close), yang telah ditandatangani pada 27 Januari 2017 lalu, dengan dilakukannya opening ceremony telah memasuki tahap konstruksi.

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir mengungkapkan, komitmen pembiayaan tersebut merupakan capaian yang sangat penting. Dan hal ini adalah salah satu komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah. "Tidak lain ungkapkan rasa syukur kami tidak terhingga. Dengan financial close dapat ini mewujudkan komitmen Adaro kontribusi program 35 ribu MW yang dicanangkan Pak Jokowi," katanya dalam sambutan di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa malam (8/02).

Ia menambahkan, ini merupakan financial close kedua yang dicapai perseroan. "Alhamdulillah kurun waktu 6 bulan mencapai 2 kali financial close. Pertama, melalui Bhimasena Power Indonesia (BPI) Kabupaten Batang bulan Juli 2016. Kedua TPI yang financial close 23 Januari 2016 lalu," ungkap Boy Thohir, sapaan akrabnya.

Boy menerangkan, dengan financial close tersebut menunjukan komitmen perseroan untuk membangun bsinis terintegrasi. "Melalui financial close kami semakin yakin mengukuhkan langkah visi kami sebagai perusahaan energi terintegrasi, melanjutkan komitmen kami berkarya. Energi dibutuhkan masyarakat Indonesia, sebagai kontribusi Adaro mencerdaskan kehidupan bangsa," paparnya.

Sebagai informasi, TPI sendiri merupakan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium PT Adaro Power dan PT East-West Power Indonesia (EWPI). Dengan total investasi untuk proyek tersebut mencapai US$ 545 juta. TPI telah menyelesaikan dan mendapat komitmen pembiayaan sekitar US$ 422 juta.

Komitmen itu termasuk fasilitas kontinjensi sebesar US$ 13 juta dari enam bank komersial yaitu Korea Development Bank, the Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, DBS Bank Ltd, Mizuho Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan The Hong Kong Shanghai Banking Corporation Limited.

"Pembiayaan pada proyek ini dilakukan melakukan skema project finance. KSURE memberikan jaminan komprehensif sebesar US$ 400 juta," imbuhnya.

"Nantinya, listrik yang dihasilkan akan dijual ke PLN di bawah perjanjian pembelian tenaga listrik (PPTL) yang berlaku untuk 25 tahun dari dan setelah commercial operation date (COD). PPTL antara TPI dan PLN telah ditandatangani pada 15 Oktober 2014. Pasokan batu bara akan disediakan oleh PT Adaro Indonesia. Dan diharapkan pembangkit tersebut dapat COD pada kuartal I 2019 mendatang," tandasnya. (GF)

Tags : News
Terakhir disunting : Feb 8, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top