Cegah Defisit, PLN Selesaikan Jaringan Transmisi di Kalimantan

Author : Franki Dibuat : Feb 15, 2017

Cegah Defisit, PLN Selesaikan Jaringan Transmisi di Kalimantan
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) wilayah Kalimantan, telah merampungkan pembangunan jaringan transmisi 150 kilo Volt (kV) dari Gardu Induk (GI) Bangkanai ke GI Muara Teweh yang berada di Kabupaten Barito Utara menuju GI Buntok yang berada di Kabupaten Barito Selatan ke GI Tanjung yang berlokasi di Kabupaten Tabalong.
 
Dengan pembangunan tersebut, sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) serta sebagian dari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapatkan tambahan pasokan listrik.
 
Menurut, Direktur Bisnis Regional PLN Kalimantan Djoko Raharjo Abumanan, tambahan pasokan itu berasal dari pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Bangkanai 155 Megawatt (MW). Untuk tahap awal, listrik yang berhasil masuk sistem sebesar 25 MW.
 
“Pasokan listrik dari PLTMG Bangkanai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan akan listrik di Kalselteng yang terus mengalami pertumbuhan. Oleh karena itu, kami bersyukur atas kerja keras PLN dan bantuan warga serta stakeholder dan pemerintah daerah setempat. Sekarang transmisi tersebut sudah bisa mengalirkan listrik dari pembangkit untuk ke pelanggan,” kata Djoko dalam keterangan resminya, Selasa (14/2).
 
Ia menerangkan, transmisi Bangkanai – Muarateweh – Buntok – Tanjung resmi menyalurkan listrik pada Rabu (8/2) lalu, setelah sebelumnya berhasil melalui sejumlah uji kelayakan penyaluran beban.
 
Sejak Oktober 2016 lalu, lanjut Djoko, pasokan listrik dari PLTMG Bangkanai sebenarnya sudah dapat menjangkau Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara dan Buntok, Kabupaten Barito Selatan karena jaringan transmisi 150 kV dari PLTMG Bangkanai sudah selesai menjangkau dua wilayah tersebut.
 
Sedangkan jaringan transmisi 150 kV dari Buntok menuju Tanjung sepanjang 84 kilo meter sirkuit (kms) masih terkendala permasalahan pembebasan lahan.
 
Dengan beroperasinya jaringan transmisi 150 kV dari GI Buntok ke GI Tanjung, maka aliran listrik yang dihasilkan PLTMG Bangkanai tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Barito Utara dan Barito Selatan, namun juga bisa dinikmati oleh masyarakat Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah maupun sebagian Kalimantan Timur yang masuk di dalam sistem Interkoneksi Kalselteng.
 
“Adanya sistem kelistrikan yang masuk ke Bangkanai membuat daerah yang sebelumnya hutan ini mulai dimanfaatkan masyarakat untuk membangun pemukiman di wilayah sekitar,” terang Djoko.
 
Untuk tahap pertama, saat ini daya listrik yang disuplai masih sebesar 25 MW dikarenakan pada fase awal masih diperlukan pengujian stabilitas dan keamanan sumur gas yang menyuplai PLTMG Bangkanai. Selain itu, pada tahap awal ini juga akan dilakukan pengecekan stabilitas proteksi jaringan transmisi. Harapannya dalam satu atau dua minggu ke depan PLTMG Bangkanai dapat menyuplai secara maksimal atau sebesar 155 MW.
 
Sebagai informasi, PLTMG Bangkanai 155 MW merupakan pembangkit peaker pertama di Kalimantan yang menggunakan Compressed Natural Gas (CNG). “Saat ini juga tengah berlangsung tahap pembangunan PLTMG Bangkanai 155 MW unit 2 yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada Maret 2018 mendatang,” tandasnya. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top