China Perketat Impor Batu Bara, HBA Turun Tipis

Author : @MLI_Franki Dibuat : Jan 15, 2020

China Perketat Impor Batu Bara, HBA Turun Tipis
Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 2 K/30 MEM/2020, menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara di Januari 2020 sebesar US$65,93 per ton, atau turun tipis US$0,37 per ton dari Harga Batubara Acuan (HBA) Desember sebesar US$ 66,30 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi dalam rilisnya di laman Kementerian ESDM mengungkapkan, penurunan HBA pada Januari 2020, salah satunya dipicu oleh pengetatan impor batu bara yang dilakukan China.

"Penyebab penurunan harga batu bara pada Januari 2020 adalah pengetatan persyaratan impor batu bara ke China serta kinerja impor batu bara di negara-negara pengimpor terutama di kawasan Asia seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan yang semakin menurun," ujar Agung di Jakarta, (14/1).

HBA bulan Januari akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di bulan Januari 2020. Misalnya, untuk harga Nikel turun menjadi USD 13.875,68/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu USD16.107,27/dmt.

Kobalt: US$ 34.772,73/dmt, turun dari US$ 35.500,00/dmt
Timbal: US$ 1.913,64/dmt, turun dari US$ 2.145,20dmt
Seng: US$ 2.284,09/dmt, turun dari US$ 2.515,34/dmt
Aluminium: US$ 1.762,32/dmt, naik dari US$ .758,05/dmt
Tembaga: US$ 5.959,75/dmt, naik dari US$ 5.851,98/dmt
Emas sebagai mineral ikutan: US$ 1.466,68/ounce, turun dari US$ .484,03/ounce
Perak sebagai mineral ikutan: US$ 16,94/ounce, turun dari US$ 17,49/ounce.
Ingot timah Pb 300, Pb 200, Pb 100, Pb 050, 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
Logam emas dan Logam perak sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan
Mangan: US$ 3,36/dmt, turun dari US$ 3,72/dmt
Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: US$1,28/dmt, naik dari US$ 1,19/dmt
Bijih Krom: US$ 2,51/dmt, naik dari US$ 2,17/dmt
Konsentrat Ilmenit: US$ 4,48/dmt, naik dari US$ 4,39/dmt
Konsentrat Titanium: US$ 10,67/dmt, naik dari US$ 10,45/dmt


HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada indeks dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). (Fr)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top