Ciptakan Tenaga Spesialis Ketenagalistrikan, STT PLN Beralih menjadi Institut PLN

Author : Franki Dibuat : Feb 6, 2017

Ciptakan Tenaga Spesialis Ketenagalistrikan, STT PLN Beralih menjadi Institut PLN
Listrik Indonesia | Sekolah Tinggi Teknik PLN berencana untuk mengganti nama perguruan tingginya menjadi Institut PLN, guna menciptakan tenaga kerja yang mumpuni di bidang ketenagalistrikan. Pasalnya, saat ini STT PLN telah mempunyai beberapa rumpun ilmu (jurusan program studi), yang sudah diterapkan di perguruan tinggi tersebut. Tentunya hal ini juga nantinya akan menarik perhatian para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bersama institut PLN.

Menurut, Wakil Ketua Bidang Akademis STT PLN Luqman, memang sudah lama pihaknya berkeinginan untuk merubah nama perguruan tinggi STT PLN menjadi institut PLN. Sebab, STT PLN sekarang ini telah mempunyai beberapa rumpun ilmu yang di terapkan. "Ini akan memudahkan siswa dalam memilih program studi (Prodi) sesuai dengan minatnya, yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi bersama kami (STT PLN)," katanya kepada listrikindonesia.com melalui pesan aplikasi WhatsApp di Jakarta, (01/02).

Ia menjelaskan, yang menjadi alasan STT PLN dalam mengganti nama institut PLN yakni menyesuaikan dengan peraturan Menteri Pendidikan. "Alasan utama adalah menyesuaikan dengan peraturan terbaru Direktorat Jenderal Pendidikan (Dikti) tentang komposisi Prodi pada Sekolah Tinggi hanya mencakup 1 rumpun ilmu. Sedangkan di STT PLN selama ini sudah ada rumpun yang berbeda," tambahnya.

Untuk menampung rumpun ilmu yang berbeda, lanjut Luqman, perguruan tinggi harus merubah bentuk sekolah tinggi menjadi Institut atau Universitas. "Untuk merubah menjadi Institut setidaknya perguruan tinggi harus memiliki minimal enam program studi Strata Satu (6 prodi S1). Sehingga STT PLN-pun akan menambah prodi baru yang mengakomodir kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam mendukung proyek kelistrikan yang dicanangkan Pemerintahan Jokowi-JK, yaitu program listrik 35.000 Megawatt (MW)," tuturnya.

Pihaknya berharap, dengan ditambahankannya prodi baru, diharapkan jumlah mahasiswa akan meningkat, khususnya pada prodi yang memiliki peminat dan sumber siswa yang berasal dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). "Selama ini STT PLN lebih mengutamakan siswa dengan latar belakang (background) IPA atau Sekolah Teknik Menengah (STM) yang saat ini sudah di setara kan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, riset dan teknologi direktorat jenderal kementerian pendidikan (Permenristekdikti) Nomor 100 Tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Nasional (PTN), dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Ijin Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Ia mengatakan, hal ini tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar ataupun kurikulum. "Tidak ada perubahan, tetapi untuk penyesuaian dan peninjauan kurikulum harus tetap dilakukan setiap empat (4 tahun) sekali untuk menyesuaikan dengan perkembangan pasar dan teknologi," kata Luqman.

Senada dengan Luqman, Kepala Perencanaan Pengembangan Sistem Informasi STT PLN, Rahmadi menambahkan, dengan bergantinya  perguruan tinggi STT PLN menjadi institut PLN, tentunya ini akan meningkatkan jumlah siswa yang mendaftar. "Dan intinya, ini untuk mengembangkan diri dan memenuhi kebutuhan tenaga insinyur SDM di bidang ketenagalistrikan dalam mendorong terlaksananya program kelistrikan 35 ribu MW," ungkap Rahmadi.

"Diharapkan pada 2018 sudah berganti menjadi Institut PLN, dan mahasiwa menyambut baik rencana tersebut," pungkas Rahmadi.  (GF)

Tags : News


1 Komentar

Berikan komentar anda

Top