Cirebon Power Atasi Polusi Dengan Teknologi Bersih

Author : Franki Dibuat : Nov 26, 2018

Cirebon Power Atasi Polusi Dengan Teknologi Bersih
Listrik Indonesia | Pemanfaatan batubara sebagai sumber energi pembangkit listrik terus diupayakan lebih ramah lingkungan. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon telah menggunakan teknologi Ultra Super Critical  (USC) di PLTU Cirebon I dan II.

Pembangunan PLTU Cirebon Unit II kapasitas 1.000 Megawatt (MW) yang dilakukan oleh pengembang listrik swasta di prediksi akan beroperasi 2022, dan untuk menambah pasokan listrik Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Proyek tersebut dipastikan akan menjadi pilot project pembangkit listrik berbasis Industry 4.0 untuk operation & maintenance (O & M).

Presiden Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto mengungkapkan, selain menjadi pilot project 4.0, PLTU tersebut menggunakan teknologi USC dengan memanfaatkan berkalori rendah. Penggunaan teknologi USC ini dapat mengurangi residu pengolahan batu bara dan lebih ramah lingkungan. Residu yang dihasilkan dari PLTU ini jauh di bawah dari ambang batas yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 750 gram per meter kubik. Pasalnya, PLTU Unit II ini bisa menciptakan listrik yang lebih efisien dengan kadar CO2 dibawah 200 gram per meter kubik.

“Dengan menerapkan Aset Manajemen Industri 4.0 banyak manfaatnya, dapat memprediksi kerusakan atau masalah di pembangkit dan tentu untuk efisiensi energy,” ucapnya.

Dijelaskan Edi Wibowo, Environmental Manajer Cirebon Power, selain Unit II, pada Unit I kapasitas 1x660 MW juga diterapkan hal yang sama. Ada langkah agar pembangkit tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat sekitar. Pertama, penggunaan teknologi USC untuk pembangkit dan pemanfaatan batu bara rendah kalori serta sulfur yang tidak menghasilkan limbah B3 gypsum.

Kedua, penggunaan sumber daya alam yang efisien. Total Penggunaan Energi berada di Top 25% perusahaan sejenis. Cooling tower menghemat penggunaan air hingga 86% dibanding Once Through. Lalu, pemantauan udara ambien selama 24 jam, dan langkah berikutnya adalah pemanfaatan limbah B3 secara optimal. (GC)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top