Delapan Tahun Majalah Listrik Indonesia Berkarya

Author : Franki Dibuat : Jan 18, 2017

Delapan Tahun Majalah Listrik Indonesia Berkarya
Listrik Indonesia | Perjalanan Majalah Listrik Indonesia hingga mencapai sewindu usianya bukanlah perkara mudah. Banyak pernak-pernik dan lika-liku tantangan dalam perjalanannya yang harus dihadapi, sehingga mampu tetap eksis dalam persaingan media global.

Managing Director Listrik Indonesia Irwadhi Marzuki mengungkapkan, mengelola media bukan perkara mudah. Delapan tahun Listrik Indonesia bisa bertahan adalah sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan informasi dan edukasi di dunia kelistrikan dan energi dengan pemberitaan yang menarik dan akurat. Hasilnya, Listrik Indonesia saat ini mampu menjadi daya tarik bagi pelaku industri dan regulator di sub sektor kelistrikan.

Lebih jauh Irwadhi menjelaskan flashback-nya di bisnis media. Listrik Indonesia mulai dirilis pada 2009 bekerjasama dengan koperasi PLN. Manajemen memutuskan untuk mengambil segmen pemberitaan khusus di sektor kelistrikan dan energi, dengan pertimbangan isu ini akan menjadi kebutuhan primer di industri ketenagalistrikan.

Perjalanan majalah Listrik Indonesia, tentunya banyak lika-liku dan persaingan. Hal ini terkait dengan banyaknya media yang bermain di sektor kelistrikan.

“Untuk memenangkan persaingan Listrik Indonesia setiap edisinya selalu menampilkan  rubrik-rubrik yang menarik dengan fokus berita terkini dari para pemangku kepentingan. Selain itu redaksi juga mengemas berita ringan yang menarik untuk para pembacanya seperti Tips&trick, Life Style, SDM (Sumber Daya Manusia), Inovasi, dan features lain-lainnya,” tambahnya.

Membangun SDM
Perjalanan delapan tahun pertama sebuah media, adalah membangun brand, bagaimana Listrik Indonesia dikenal luas di kalangan masyarakat kelistrikan dan energi.

Sementara itu, windu kedua, sebagai pengelola dan penerbit Listrik Indonesia tentu berkeinginan membangun jurnalis yang andal.
“Artinya majalah Listrik Indonesia ini akan menguatkan sisi SDM-nya. Pertama kita bicara keberadaan majalah ini dibutuhkan. Kedua, kita menciptakan inovasi bahwa, semua sub sektor SDM betul-betul mumpuni di bidangnya,” ujarnya.

Saat ditanya kiatnya dalam menghadapi persaingan global, Irwadhi menjelaskan, tantangan ke depan tentu semakin berat, era teknologi digital saat ini berkembang pesat, semua orang dengan mudah mengakses berita melalui ponselnya, melaui  pemberitaan online, sosial media, dan lain-lain. Untuk itu, media cetak harus selalu tampil menarik dan berkualitas dalam menyajikan pemberitaan, karena jika tidak pasti akan ditinggalkan oleh pembacanya.

Terkait dengan perkembangan terkini, Listrik Indonesia saat ini dicetak dengan oplah 15.000 eksemplar setiap kali penerbitannya. Pihaknya terus berupaya menjadikan Listrik Indonesia sebagai referensi dan edukasi di bidang kelistrikan. “Kami berkomitmen menjadikan Listrik Indonesia menjadi satu-satunya majalah edukasi dan referensi di sektor kelistrikan,” pungkas Irwadhi.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Listrik Indonesia, Deddy Hassan menambahkan, Listrik Indonesia mempunyai peran mengeduksi dan memberikan informasi kepada masyarakat dalam bidang kelistrikan dan energi. "Selain itu, segmennya tentu berbeda dengan media lain, kita lebih fokus menggarap berita sektor kelistrikan," ungkap Deddy.

Yang terpenting agar tetap tampil menarik narasumbernya harus tepat sasaran dan mumpuni di bidangnya masing-masing. Sehingga pembaca akan merasa majalah Listrik Indonesia layak dijadikan referensi di dunia kelistrikan dan energi. (GF)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top