Di Depan DPR, Menkeu Jelaskan Bocornya Surat Utang PLN

Author : Franki Dibuat : Oct 6, 2017

Di Depan DPR, Menkeu Jelaskan Bocornya Surat Utang PLN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Galuh F)
Listrik Indonesia | Terkait bocornya surat yang dibuat oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tentang, PT PLN (Persero) berpotensi gagal membayar utang di masa mendatang, yang ditujukan kepada Menteri Badan Usaha Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, membuat Menkeu angkat bicara.

Yani sapaan akrabnya, mengatakan surat tersebut dikirimkan, sebab dirinya melihat rasio utang terhadap pendapatan (Debt Service Ratio/DSR) PT PLN tidak sesuai dengan perjanjian utang (covenant).

Pemerintah menjamin sebesar 25% dari utang covenant berbasis DSR yakni sebesar Rp 40 triliun.

Pemerintah melihat bahwa angka DSR PLN saat ini tidak mencapai 1, atau kondisi di mana penerimaan perusahaan bisa membayar seluruh utangnya. Berdasarkan kalkulasi yang dilakukan Kementerian Keuangan, rasio DSR PLN sepanjang 2017 bahkan hanya mencapai 0,71.

Selanjutnya, covenant yang ditandatangani PLN mengharuskan bahwa DSR berada di angka 1,5. Dengan demikian, ketika rasio DSR PLN berada di bawah 1,5, perusahaan setrum negara meminta Pemerintah untuk menerbitkan waiver (surat yang ditujukan kepada peminjam untuk mengkaji kembali perjanjian utang).

"Kami lihat di tahun 2017, kondisi DSR mereka di bawah 1, makanya kami tulis surat itu. Sebagian (munculnya angka DSR) itu adalah domain korporat PLN, tapi sebagian adalah karena policy pemerintah, maka surat itu ditujukan kepada Menteri BUMN dan Menteri ESDM," papar Sri Mulyani beberapa waktu lalu saat rapat dengan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, seperti yang dituliskan, Jumat (11/10).

Pasalnya, saat ini Perseroan tengah menerima penugasan proyek 35.000 MW, untuk itu, dibutuhkan neraca keuangan uang kuat.

"Sesuai dengan tugas dari kami sebagai pengelola keuangan negara dan bagian dari memonitor risiko, kami tahu bahwa PLN memiliki penugasan yang sangat penting," terangnya.

Lebih jauh Ia mengungkapkan, dirinya akan melakukan motor terhadap keuangan PLN dan sudah berkoordinasi dengan Menteri ESDM dan Menteri BUMN. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top