Dicari Karyawan Bermutu

Author : Administrator
Dicari  Karyawan Bermutu

Karyawan yang mempunyai kualitas tidak datang tiba-tiba. Perusahaan yang ingin maju perlu melakukan seleksi yang baik. Seperti apa proses rekrutmen harus dilakukan? 

Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas memang tidak men­jadi jaminan majunya sebuah per­usahaan. Tetapi paling tidak, de­ngan SDM yang baik, perusahaan dapat diharapkan untuk terus maju dan berkembang. Tidak heran banyak yang mengatakan, SDM merupakan ter­pen­ting suatu perusahaan. 

Tidak salah kemudian dalam me­mi­lih kandidat atau calon karyawan, per­usahaan ingin  mendapatkan calon kar­yawan yang berkualifikasi sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. 

Nah, untuk mendapatkannya, me­mang bukan perkara yang mudah. Selek­si biasanya dilakukan secara bertahap, sampai ke tingkat yang paling tidak tinggi yaitu wawancarai. Wawancara per­lu dilakukan untuk  melihat dan me­nilai karakter seperti apa yang dimiliki oleh kandidat yang sedang direkrut oleh per­usahaan.

Pencarian kebutuhan tenaga baru dari luar perusahaan sebenarnya  akan di­pengaruhi oleh beberapa faktor. Sebut saja kondisi ekonomi negara secara umum. Jika kondisi ekonomi relatif sulit, ma­ka biasanya akan terjadi oversupply atau calon pekerja jauh lebih besar dibanding jumlah permintaan. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan relatif lebih mudah untuk mencari karyawan baru, se­bab para pelamar kerja melimpah. Di Indonesia bisa dikatakan terjadi oversupply pasar tenaga kerja akibat angka pengangguran yang meningkat setiap tahunnya.

Selain itu, faktor ketersediaan te­na­ga kerja pada bidang yang dicari berperan penting. Jika bidang yang di­cari merupakan bidang yang tergolong langka, maka perusahaan akan lebih su­lit dalam memenuhi kebutuhannya. 

Bagaimana dengan reputasi per­usaha­an? Ternyata itu juga sangat ber­pengaruh. Suatu perusahaan cenderung akan lebih mudah mencari dan merekrut orang-orang terbaik, jika perusahaan itu me­miliki reputasi bagus.

Biasanya perusahaan dalam men­cari calon karyawannya melakukan be­berapa cara. Sebut saja lewat  di suratkabar, ma­jalah, radio, internet dan lainnya. Selain itu ada juga yang memburu calon karyawannya melalui rekrutmen di kam­pus-kampus. Beberapa perusahaan di Indonesia seperti Unilever dan Astra ke­rap melakukan kunjungan langsung ke kampus-kampus seperti UI, ITB dan Unair untuk melakukan rekrutmen lang­sung di kampus.

Cara yang lebih “canggih” adalah me­lalui Agen Rekutmen. Cara ini biasanya di­lakukan untuk merekrut karyawan pada posisi manajer keatas. Agen sering juga disebut sebagai headhunter”. Fee yang mesti dibayar biasanya adalah 15 % dari total gaji setahun manajer yang di­rekrut. Jika gaji setahun manajer yang direkrut adalah Rp 100 juta, maka fee headhunter adalah Rp 15 juta. 

Mengapa rekrutmen menjadi pen­ting? Sebenarnya ini terkait dengan apa saja yang diinginkan perusahaan. Paling tidak ada empat hal yang ingin didapat per­usahaan dari proses rekrutmen, biasa­nya perusahaan menginginkan apa yang dinamakan sebagai functional competencyKompetensi ini adalah ke­mampuan SDM yang berkaitan de­ngan background dan keahlian dasar di suatu bidang di mana perusahaan ter­sebut bergerak. Misalnya dalam hal ekonomi, operasional bisnis, administrasi ke­uangan, dan analisa keuangan  dan lainnya, dalam proses rekrutmen, mereka juga perlu melihat behavior  competency

ini merupakan kemampuan SDM untuk bertindak efektif, memiliki semangat kerja yang baik, fleksibel dan rasa ingin tahu yang tinggi serta berorientas pada hasil.

Tiga, role competency Mengapa ini penting? Dari seleksi yang te­pat me­ngenai role competencydiharap­kan di­peroleh SDM yang mampu mem­be­rikan kontribusi positif sesuai peran da­lam perusahaan, cepat menangkap perubahan dan mampu membangun hubungan dengan pihak yang lain.

Empat, core competency SDM, yang memiliki pandangan dan keyakinan yang sesuai dengan visi, misi, makna dan values serta budaya perusahaan me­mang sangat dibutuhkan perusahaan. Kompetensi ini didapat hanya dengan rekrutmen yang bagus dari divisi sumber daya manusia.

Kandidat yang tepat tentu tidak bisa di­dapatkan dengan hanya membalik telapak tangan. Biasanya alternatif untuk mencari kandidat ada dua yaitu dari dalam perusahaan dan dari luar pe­rusahaan. 

Jika diambil dari dalam maka perlu juga diketahui siapa kira-kira karyawan yang ada saat ini yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. Jika kandidat harus dicari dari luar perusahaan maka perlu kecermatan metode rekrutmen untuk mendaptkan kandidat yang sesuai dengan kriteria perusahaan. 

Perlukah penawaran kerja? Bagi para karyawan, ini hal penting. Terma­suk mempersiapkan perjanjian kerja, mem­perkenalkan peraturan dan kondisi kerja di perusahaan, dan memastikan kapan kandidat akan mulai bekerja. Perlu juga petugas rekrutmen untuk me­nyiapkan kandidat cadangan untuk berjaga-jaga kalau kandidat pertama menolak tawaran kerja atau terjadi hal-hal tak terduga.

Pada akhirnya, harus dilakukan sis­tem monitoring kandidat. Misalnya be­berapa perusahaan menetapkan waktu untuk masa percobaan kemudian dikontrak dan pada akhirnya menjadi karyawan tetap. 

Rekrutmen tentu saja membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Tidak heran, banyak perusahaan yang menginginkan rekrutmen yang dilakukan departemen SDM nya sesuai dengan koridor sehingga didapatkan kar­yawan dengan kualitas yang baik. Selain “loyal” terhadap  perusahaan. Sehingga jangan sampai baru satu bulan bekerja sudah memilih resign. Repot bukan? 



0 voters

0 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas