Dirut Pertamina: Prioritas Bangun Kilang Minyak Supaya Tak Impor BBM

Author : Franki Dibuat : Sep 10, 2018

Dirut Pertamina: Prioritas Bangun Kilang Minyak Supaya Tak Impor BBM
Listrik Indonesia, Jakarta |  PT. Pertamina (Persero) terus  mendorong pembangunan kilang minyak sebagai program prioritas . Dengan adanya kilang kedepan tak perlu impor bahan bakar minyak (BBM) jadi, cukup dengan minyak mentah yang harganya lebih murah.

Direktur Utama PT. Pertamina, Nicke widyawati  mengungkapkan, impor BBM lebih mahal dibanding dengan minyak mentah. Dengan adanya kilang minyak maka impor BBM bisa diganti dengan impor minyak mentah karena bisa diolah di dalam negeri.

“Di tahun 2017, Indonesia mengimpor minyak mentah sebanyak 360 ribu barrels oil per day (bopd) dan BBM 370 ribu bopd. Biaya yang bisa ditekan sebesar US$ 10-US$ 13 per bopd. Biaya tersebut merupakan biaya pengolahan untuk menjadikan minyak mentah ke BBM,” ungkap Nicke dalam paparannya, di sela-sela silaturahmi dengan Dewan Juri IBEA di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta (6/9).

Lebih jauh Nicke menyatakan, dengan adanya kilang maka kita tidak impor BBM lagi tapi kita impor crude mentahnya, berapa beda harga minyak mentah dan BBM itu dinamakan cracking cost biaya untuk menjadikan crude menjadi BBM produk, biasanya sekitar US$ 11-12-13 per barel. Kalau sekarang WTI atau Brent US$ 70 maka per barel harga produk itu ditambah US$10-11-12 sekitar US$ 83-82 per barel itulah cracking cost yang bisa diefisiensikan kalau kilang dalam negeri.

PT. Pertamina akan meneruskan pembangunan kilang minyak di Cilacap, karena manfaatnya sangat besar dan akan mendorong kemandirian energi di masa yang akan datang. Dia berkomitmen untuk merealisasikannya walaupun ada pihak lain yang kurang setuju dengan gagasan ini. Menurutnya, lebih baik melakukan sesuatu yang memang akan memberikan kebaikan kepada bangsa ini,karena jika tidak melakukan apa-apa pun resiko untuk dikritik tetap ada.

"Kilang ini tidak menghilangkan impor dari minyak mentah. Tapi dari sisi crude tetap impor dengan adanya kilang, dengan ada kilang impor berkurang, iya, BBM-nya tapi crude tidak, karena kilang masih membutuhkan crude. Sehingga dihasilkan produk Pertalite, Pertamax dan turunan yang lain jadi ini neraca kita," pungkas Nicke Widyawati. (DH)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top