DPR: Soal Listrik, Pemerintah Harus Kreatif dan Inovatif

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Dec 11, 2019

DPR: Soal Listrik, Pemerintah Harus Kreatif dan Inovatif
Listrik Indonesia | Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menggelar Diskusi Publik menyorot persoalan listrik nasional untuk kesejahteraan rakyat pada Selasa (10/12), di Kantor Fraksi PKS DPR RI Senayan.

Diskusi ini menghadirkan narasumber antara lain, Agung Firman Sampurna (Ketua BPK), Sa'adiah Uluputti (Anggota Komisi VII DPR/FPKS), dan Tulus Abadi (YLKI). Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, bahwa listrik dan elektrifikasi ini sektor vital bagi bangsa Indonesia.

Dalam diskusi itu, anggota komisi VII fraksi PKS menyampaikan, pemerintah dituntut kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan listrik yang tidak membebani rakyat terlalu berat.
"Hidup kita hari ini nyaris 100 persen tergantung listrik dengan kebutuhan yang semakin meningkat setiap tahun. Terlebih kebutuhan terbesar ada pada sektor rumah tangga. Kalau kapasitas suplai dan distribusi listrik kita masalah bisa terbayang potensial kerugiannya. Dan kita mengalami beberapa waktu lalu khususnya di Jakarta," kata Jazuli.

Hal ini didukung oleh data bahwa 48,85 persen listrik nasional disedot sektor rumah tangga, sektor industri 32,44 persen dan sektor bisnis 18,23 persen. Selebihnya 7,48 persen tersebar di pelanggan sosial dan publik.

Fraksi PKS juga menyoroti pencapaian elektrifikasi dan tarif. Terkait capaian elektrifikasi, Fraksi PKS mendesak Pemerintah agar menjaga kualitas elektrifikasi agar suplai dan distribusi listrik tetap terjaga dan stabil, terutama di daerah-daerah terpencil dan pelosok. Kemudian, soal tarif listrik, Fraksi PKS meminta agar semaksimal mungkin tidak ada kenaikan atau menjamin stabilitas harga yang terjangkau bagi masyarakat, termasuk subsidi bagi masyarakat tidak mampu.

Karena itu ntuk mengatasinya, ke depan negara dan pemerintah harus kreatif dan inovatif mencari alternatif sumber energi yaitu dengan lebih cepat membangun energi terbarukan seperti yang dilakukan oleh negara lain. (CR)

 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top