Dukung Asian Games, PLN Sinkronisasi Gas Turbin PLTGU Jawa 2

Author : Franki Dibuat : May 13, 2018

Dukung Asian Games, PLN Sinkronisasi Gas Turbin PLTGU Jawa 2
Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) menyatakan, pihaknya telah melakukan sinkronisasi Gas Turbin (GT) Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 dengan kapasitas 2x300 Megawatt (MW).

Direktur Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS, mengungkapkan, sinkronisasi pertama ini menjadi penghubung pada sistem jaringan transmisi di DKI Jakarta dan sekitarnya, dan sambut Asian Games 2018. 

“Sinkronisasi ini akan memberikan manfaat besar bagi ketersediaan pasokan listrik di DKI Jakarta, khususnya untuk mendukung kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018,” terang Haryanto disela-sela peresmian sinkronisasi gas turbin PLTGU Jawa 2, di Tanjung Priok, Jakarta, (10/05).

Diakatakan olehnya, selain itu, PLN juga mengoperasikan steam turbine dengan kapasitas 1x200 MW. Proyek PLTGU Jawa 2 pengerjaannya dilakukan oleh PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dengan pelaksanaan oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangkit Jawa Bagian Barat  (UPP PJBB) 2.

Ia mengatakan, kontrak pembangunan PLTGU Jawa 2 sebesar Rp 6,1 triliun, dan ini berlaku efektif sejak 23 November 2016. “Keberhasilan sinkronisasi menjadi simbol telah terhubungnya PLTGU Jawa 2 dengan sistem transmisi Jawa-Bali,” paparnya.

Menurutnya, untuk gas turbin ini terdiri dari empat unit yang terhubung dengan transmisi Jawa-Bali dengan kapasitas daya sebesar 300 MW dan ditargetkan beroperasi pertengahan Juni 2018 esok.  

Salurkan ke Sistem GI PLN
Ia menerangkan, untuk pasokan listrik yang dihasilkan dari PLTGU Jawa 2 tersebut nantinya akan disalurkan ke sistem jaringan transmisi dan gardu induk PLN.

Haryanto menjelaskan, evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTGU Jawa 2 akan disalurkan melalui GISTET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi) 500 kilo volt (kV) di Tanjung Priok, selanjutnya dari IBT (Interbus Transformer) 500 kV/150 kV akan disalurkan ke sistem jaringan 150 kV ke arah GIS (Gas Insulated Switchgear) 150 kV Priok Timur Baru dan GIS 150 kV Priok Barat.

Kebutuhan gas PLTGU Jawa 2 dipasok dari Nusantara Regas (NR) dengan pemakaian gas sekitar 72,82 BBTU untuk pengoperasian 1 unit GT pada beban 300 MW.

“Keberhasilan proyek ini merupakan wujud nyata program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW dengan jalur transmisi baru sepanjang 46.000 kilometer sirkit (kms),” tandasnya.

Sementara, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIPJBB) Robert Purba menembahkan, sinkronisasi gas turbin PLTGU Jawa 2 ini ada empat unit.

“Unit pertama dijadwalkan mulai beroperasi 10  Juni 2018. Unit ke dua kami menargetkan beroperasi Juli 2018 dan unit ke tiga beroperasi Mei tahun depan,” imbuh Robert.

Dikatakan oleh Robert, penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) PLTGU Jawa 2 sebesar 30%  dan hingga saat ini pembangunannya telah mencapai 19,12%, artinya pengerjaan TKDN-nya masih ada sekitar 10,8% lagi untuk sampai ke target tersebut (30%).

“Kami optimistis hingga proyek selesai TKDN target dapat tercapai, dan kami berharap pembangkit dapat segera beroperasi untuk mensukseskan program 35.000 MW,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Haryanto, PLTGU Jawa 2 ini mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 1.970 pekerja, 54 diantaranya  tenaga kerja asing (TKA) dan lebih dari 1.920 tenaga kerja lokal. (RG)

Tags : News
Terakhir disunting : May 13, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top