Enggak Mau Mati Lampu? Pakai PLTS Atap Hybrid

Author : Franki Dibuat : Aug 7, 2019

Enggak Mau Mati Lampu? Pakai PLTS Atap Hybrid
Listrik Indonesia - Jakarta | Pemadaman serentak yang terjadi di DKI Jakarta, serta wilayah Jawa Barat beberapa hari kemarin, mungkin tidak sering terjadi.  Hanya, untuk pemadaman litrik meskipun tidak terjadi serentak seperti kemarin, pada beberapa daerah di luar Pulau Jawa, hal ini cukup sering dirasakan masyarakat.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Andhika Prastawa kepada ListrikIndonesia.com, pemasangan PLTS Atap off grid atau hybrid, bisa menjadi solusi bagi rumah tangga yang intensitas pemadaman listriknya cukup sering.

Meskipun lebih mahal, dibandingkan dengan PLTS Atap on grid, namun pemasangan PLTS Atap hybrid boleh dipertimbangkan.  “Betul, hybrid lebih mahal dari rooftop PV on grid. Tetapi untuk daerah yang frekuensi padam listriknya sering, mungkin bisa dipertimbangkan. Misalnya untuk daerah yang di luar Pulau Jawa,” jelas Andhika.

Lalu berapa biaya pemasangan PLTS Atap tersebut. “Kalau yang on grid, sekitar Rp15-Rp20 juta/kW. Tetapi kalau yang hybrid, mungkin 60%-80% lebih mahal,” terang Andhika.

Mengingat biayanya yang lebih besar dibandingkan on grid, menurut Andhika, pola hybrid tersebut mungkin lebih menarik untuk sektor bisnis. Karena bagi dunia bisnis, listrik memiliki peran yang sangat krusial.

Lebih jauh Andhika Prastawa, mengatakan, penggunaan tenaga surya dalam sistem kelistrikan, umumnya bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan cara beroperasi dalam jaringan listrik yang ada (on grid).

Jadi untuk berfungsi sebagai pengganti listrik pada saat terjadi pemadaman listrik, maka harus dilengkapi dengan baterai dan sistem kontrol hybrid. Dengan demikian, baru sistem tenaga surya tersebut bisa bermanfaat pada saat terjadi gangguan pemadaman listrik dari PLN, termasuk seperti blackout PLN di Jakarta dan Jawa Barat beberapa hari kemarin.  (DA)

Tags : Teknologi


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top