Era Digitalisasi, AKLI: Penerbitan SPPJT Beralih ke Sistem Online

Author : Franki Dibuat : Dec 7, 2017

Era Digitalisasi, AKLI: Penerbitan SPPJT Beralih ke Sistem Online
Listrik Indonesia | Asosiasi Kontraktor dan Mekanikal Listrik Indonesia (AKLI) saat ini tengah melakukan seminar terkait penggunaan sistem online yang diterapkannya untuk penerbitan Surat Peetapan Penanggung Jawaban Teknik (SPPJT), sebab selama ini masih menggunakan cara manual yang membutuhkan waktu cukup lama.

Ketua Umum AKLI, Soewarto mengungkapkan tujuannya diselenggarakan kegiatan seperti ini untuk mempercepat dan mempermudah layanan kepada para anggotanya di bidang penerbitan SPPJT.

“Salah satu syarat sebuah perusahaan jika ingin menjadi anggota AKLI salah satu saratnya harus memiliki SPPJT. Selama ini pembuatan SPPJT yang diterbitkan oleh AKLI masih menggunakan cara tradisional atua manual,” jelas Soewarto saat ditemui listrikindonesia.com di Dewan Pengurus Pusat (DPP) AKLI, Jakarta (06/12).

“Segala kelengkapan perusahaan, dikirim secara manual kepada DPD (Dewan Pengurus Daerah) setempat, lalu dikirimkan kembali ke DPP (Dewan Pengurus Pusat). Lalu DPP melakukan koreksi terhadap berkas yang dikirimkan perusahaan, jika memang sudah memenuhi syarat akan diterbitkan SPPJT tersebut,” tambahnya.

Ia menuturkan, dengan adanya sistem online ini mereka cukup mengirim keperluannya melalui cara online. “Jika semua persyaratannya sudah komplit, dalam tiga hari surat tersebut sudah dapat diterbitkan,” paparnya.

Soewarto menambahkan, selama ini dengan menggunakan sistem manual, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk melakukan pengkoreksian terhadap berkas yang dikirimkan.

“Untuk di pusat saja memakan waktu sekitar 20 hari, karena kita mengkoreksi satu persatu secara manual. 20 hari itu hanya di DPP-nya saja, belum lagi di DPC dan DPD, jadi itu yang membuatnya lama,” terangnya.

Sebelumnya, DPP AKLI sudah melalukan sosialisasi kepada para anggota yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia mengenai sistem yang akan beralih ke online “Mengenai persyaratannya masih menggunakan yang lama, hanya saja sistemnya yang baru (online). Jadi mereka tidak perlu mengumpulkan data secara fisik, tetapi cukup berbentuk file saja,” imbuhnya.

Dirinya berharap para peserta dapat menyerap apa yang dipelajari saat ini dan dapat diaplikasikan di tempatnya masing-masing. “Karena masing-masing daerah mempunyai anggota yang jumlahnya berbeda-beda, untuk daerah yang memiliki anggota lebih banyak harus mensosialisasikannya lebih intensif lagi,” tutup Soewarto. (RG)

Tags : News
Terakhir disunting : Dec 7, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top