Era IoT Generasi Baru Untuk Pengelolaan Gedung

Author : Franki Dibuat : Oct 7, 2017

Era IoT Generasi Baru Untuk Pengelolaan Gedung
Listrik Indonesia | Pengelolaan gedung saat ini telah terkena dampak dramatis oleh sejumlah tren teknologi yang paling signifikan adalah adopsi Internet of Things (IoT) dan teknologi yang saling terhubung. Pada 2015 lalu, sekitar 10 miliar perangkat yang saling terhubung. Pada 2020 mendatang, jumlah tersebut akan meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 34 miliar.

Menurut rilis yang diterima redaksi listrikindonesia.com pada Jumat, 6 Oktober 2017, sesuai yang dituliskan oleh Vice President Partner Project & Ecobuilding Schneider Electric Indonesia, Martin Setiawan.

Pertumbuhan ini tidak mengherankan mengingat kondisi teknologi saat ini. Internet broadband tersedia secara luas, biaya teknologi menurun, penggunaan ponsel pintar makin mudah ditemui dan semakin banyak perangkat yang dibuat dengan sensor built-in serta terkoneksi dengan Wi-Fi.

Di Indonesia sendiri, menurut Forum IoT Indonesia, diperkirakan pada tahun 2022 nanti akan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sehingga nantinya hampir seluruh perangkat listrik akan dapat saling terkoneksi dan saling berkomunikasi satu sama lain agar kinerja konsumsi dan pengelolaan listrik akan menjadi jauh lebih efisien dan produktif.

Khusus bagi industri gedung atau bangunan, implikasi pertumbuhan IoT terhadap manajemen gedung ternyata cukup signifikan. 

Sekumpulan data dalam jumlah besar yang dihasilkan oleh perangkat gedung yang saling terhubung memberikan peluang baru bagi pemilik dan manajer gedung untuk menggali informasi dan meningkatkan kinerja gedung mereka secara signifikan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Schneider Electric baru-baru ini, 63% manajer gedung menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan teknologi digital baru seperti analisis cerdas untuk memantapkan keputusan dan langkah operasional dalam memelihara gedung, dan sebanyak 89%mengindikasikan bahwa mereka berharap dapat mencapai pengembalian investasi IoT mereka dalam waktu tiga tahun.

Pada saat yang sama, Undang-Undang efisiensi energi global seperti Energy Performance of Buildings Directive in the European Union telah meningkatkan peranan efisiensi energi pada gedung, dari yang awalnya tidak terlalu penting menjadi suatu kebutuhan bisnis. Insentif pajak untuk gedung bersertifikasi hijau dan LEED di Amerika Serikat telah membantu pemilik dan pengelola gedung dalam memahami bagaimana efisiensi gedung dapat berdampak positif terhadap pendapatan mereka sekaligus juga meningkatkan kenyamanan penghuni. Manajer gedung di seluruh dunia kini berfokus pada efisiensi di tempat kerja dengan menciptakan ruang kerja yang nyaman dan produktif, sambil mengurangi konsumsi energi.

Jadi akankah di era internet sekarang ini dapat mempermudah segala sesuatunya hanya dalam satu PC komputer, Laptop, bahkan dalam genggaman (smartphone)? (GF)

Tags : News
Terakhir disunting : Oct 7, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top