ESDM Usulkan Tambahan Subsidi Listrik Sekitar Rp 7 T

Author : Franki Dibuat : Jul 12, 2017

ESDM Usulkan Tambahan Subsidi Listrik Sekitar Rp 7 T
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: R Akmal))
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan, pihaknya akan menambah penerima subsidi sebanyak 2,44 juta rumah tangga. Dengan jumlah tersebut, Kementerian ESDM mengusulkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 7,1 triliun dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - Perubahan (RAPBN-P). 

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya mengusulkan perubahan APBN 2017. "Realisasi tahun 2016 Rp 58,04 triliun. Realisasi sampai Juni Rp 17,97 triliun dalam APBN 2017 Rp 44,98 triliun. Kami mengusulkan ada perubahan anggaran sekitar Rp 51 triliun," ungkap Jonan dalam rapat dengan DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, (11-07).

Menurutnya, tambahan tersebut diperuntukan bagi pelanggan rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA). Data awal oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menetapkan sebanyak 4,1 juta pelanggan 900 VA yang berhak mendapat subsidi. 

Namun demikian, berdasarkan survei lapangan dan posko pengaduan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) terdapat 2,44 juta rumah tangga yang belum terdata oleh TNP2K. 

"Kami sudah data ulang. Ternyata angkanya menjadi 6,54 juta. Jadi ada tambahan 2,24 juta yang harus disubsidi. Kami sudah informasikan hasil survei ini ke TNP2K. Memang datanya harus diubah," papar Jonan.

Besaran angka subsidi tersebut dikarenakan adanya penundaan subsidi listrik tepat sasaran sekitar Rp3,58 triliun. Jonan melanjutkan, perubahan asumsi makro Indonesia Crude Price (ICP) dan kurs rupiah sebesar Rp1,73 triliun serta tambahan pelanggan 900 VA yang layak disubsidi sebesar Rp1,70 triliun. 

Sementara, Mulyadi Ketua Komisi VII DPR RI, menyetujui pengajuan penambahan subsidi listrik, dan telah menetapkan adanya tambahan sekitar 2,9 juta pelanggan yang disubsidi.

"Kita sepakati, yang 6,54 juta menjadi 7 juta. Berarti tambahannya menjadi sekitar 2,9 juta pelanggan. Dapat disetujui ya," tandas Mulyadi.  (RG)
 

Tags : News
Terakhir disunting : Jul 12, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top