Gandeng Pemerintah Indonesia dan Perancis, Schneider Luncurkan Pusat Keunggulan

Author : Franki Dibuat : Sep 14, 2018

Gandeng Pemerintah Indonesia dan Perancis, Schneider Luncurkan Pusat Keunggulan
Listrik Indonesia, Cimahi | Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Perancis dan Schneider Electric Foundation, meluncurkan Pusat Keunggulan (Center of Excellent -CoE) bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan, pada Kamis (13/09) bertempat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) di Cimahi - Bandung, Jawa Barat.

Pusat Keunggulan ini akan melatih sedikitnya 240 guru dan menargetkan 10.800 siswa SMK (Sekolah Mengah Kejuruan) siap kerja dalam lima tahun ke depan.

Ini merupakan program aksi tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Kemendikbud dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi dan Riset Perancis, Schneider Electric Foundation Perancis, serta PT Schneider Indonesia.

Dalam sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia diwakili oleh Staf Ahli bidang Inovasi dan Daya Saing, Ir. Ananto Kusuma Seta mengatakan, bagi Kemendikbud, ini merupakan bagian dari program Revitalisasi SMK sesuai Inpres No. 9 tahun 2016 untuk mendukung pengembangan kelistrikan nasional serta mendukung agenda Making Indonesia 4.0.
 
Pusat Keunggulan ini akan menjadi tempat pelatihan pelatih (Training of Trainers – ToT) bagi para guru dan tenaga kependidikan SMK, programnya dirancang sesuai standar internasional yang menghubungkan akademik dengan kebutuhan dan penerapan di industry. Berfokus pada bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan dan energi terbarukan.
 
"Kemunculan teknologi baru seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, teknologi pembelajaran mesin (machine learning), dan sensor pengolahan data meningkatkan kebutuhan akan keterampilan khusus di bidang teknik. Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia dalam pendidikan kejuruan telah menjadi salah satu prioritas utama bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan tenaga kerja yang lebih terampil di bidang manajemen energi. Pengembangan Pusat Keunggulan ini adalah upaya Kemitraan Pemerintah dan Swasta yang sangat baik dan kami menghargai inisiatif Pemerintah Perancis dan Schneider Electric untuk mendukung agenda pemerintah," ujarnya dalam di sela-sela sambutan, (13/09).

Dikatakan olehnya revitalisasi sekolah menengah kejuruan di bidang peningkatan kualitas dan persaingan sumber daya, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden No. 9 tahun 2016, menjadi aspek penting untuk menciptakan dan menyiapkan tenaga kerja muda yang terampil dalam merebut peluang industri 4.0 dan menghadapi persaingan tenaga kerja global.

Hadir pula dalam peresmian Pusat Keunggulan (Center of Excellent -CoE) bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan, Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet mengatakan, Pusat Keunggulan Kementerian Pendidikan Perancis adalah model kemitraan publik-swasta dan kerjasama internasional untuk pendidikan kejuruan dan teknis.

"Melalui kemitraan ini, Perancis dan Schneider Foundation serta Schneider Indonesia berkontribusi terhadap masa depan generasi muda, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kami senang dapat semakin memperkuat kemitraan kami dengan Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru kejuruan dan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari sistem pendidikan kejuruan terbaik di Perancis," papar Jean Charles.


Sementara, Chief Marketing Officer Global Schneider Electric, Chris Leong perwakilan dari Schneider Electric Foundation menyatakan, kegembiraannya pada peresmian Pusat Keunggulan di Indonesia.

"Schneider Electric sebagai pemimpin dalam transformasi digital manajemen energi dan otomatisasi bertujuan untuk mendukung pelatihan tenaga profesional untuk mengembangkan keahlian yang berkelanjutan di seluruh dunia, sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara melalui program Access-to-Energy," kata Chris Leong.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan global yang fokus pada pengembangan keahlian ketenagalistrikan, Schneider Electric memiliki target untuk melatih hingga 1 (satu) juta orang di seluruh dunia pada 2025. "Kami bangga membawa Pusat Keunggulan ini ke Indonesia dan membuktikan komitmen kami yang berkelanjutan dalam pengembangan keahlian lokal, terutama di bidang-bidang baru yang menjadi penting di sektor energi," sambungnya.

Sekadar informasi, Pengembangan Pusat Keunggulan bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan ini adalah bagian dari Program Access to Energy yang dikelola oleh Schneider Electric Foundation yang sejak tahun 2009 silam. Program Access to Energy ini bertujuan untuk memastikan akses energi yang aman dan andal di negara-negara berkembang melalui tiga pilar, yaitu Penawaran dan Model Bisnis, Investasi dan Pelatihan, serta Kewirausahaan.

Dalam tujuh tahun terakhir, program Access to Energy telah melatih lebih dari 125.000 orang untuk pekerjaan yang berhubungan dengan energi. Dengan dukungan lebih dari 50 kemitraan pelatihan di 25 negara, program ini juga telah melatih 1.000 pelatih (trainer), mendukung 700 pengusaha, dan membangun sembilan pusat keunggulan.

Selain itu, Schneider Electric dan Kemendikbud juga akan merevitalisasi fasilitas laboratorium secara bertahap di 184 SMK di seluruh Indonesia hingga 2022 mendatang.

Guru dan tenaga kependidikan yang telah dilatih akan kembali ke SMK masing-masing untuk melatih para siswanya dengan peralatan dan kurikulum yang sama dengan yang diperoleh di Pusat Keunggulan.

Nantinya tenaga pelatih akan dipimpin oleh ahli kelistrikan Perancis di mana kurikulum pelatihan akan diintegrasikan ke dalam Standar Kompetensi Nasional Indonesia. (Rg)

Tags : News
Terakhir disunting : Sep 17, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top