Gantikan BBM, Gas Bumi Untuk Bahan Bakar Masa Depan

Author : Franki Dibuat : Nov 13, 2017

Gantikan BBM, Gas Bumi Untuk Bahan Bakar Masa Depan
Listrik Indonesia, Bogor | Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Dilo Seno Widagdo menilai, pemanfaatan gas bumi di Indonesia belum begitu maksimal. "Jangankan soal pemanfaatan infrastruktur, terkait hal ini pun masih jauh dari harapan," ungkapnya saat Media Gathering di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Sabtu, 11 November 2017 lalu.

Ia mengungkapkan, Indonesia sudah seharusnya benar-benar menfaatkan gas bumi sebagai bahan bakar masa depan menggantikan bahan bakar minyak (BBM), yang selama ini masih impor.

"Sayang sekali kita harus ekspor gas dengan harga yang yang murah, sementara kita mengimpor gas dengan harga yang mahal," terang Dilo, seperti yang dituliskan, Senin (13/11).

Menurutnya, saat ini pemanfaatan gas bumi masih berada di sekitaran Pulau Jawa, Sumatera dan Batam, belum merambah ke wilayah Indonesia timur. Padahal Indonesia timur banyak mengandung potensi cadangan gas yang cukup melimpah.

"Wilayah Indonesia timur masih memiliki cadangan gas bumi terbanyak yakni mencapai 35,76%, seperti di Maluku 16,73% dan Papua 19,03%. Kalau PGN sendiri jaringan pipa gasnya baru dari pulau Jawa, Sumatera, dan Batam," tambahnya.

Yang menjadi kendala utama pendistribusian gas selama ini adalah infastruktur. Pasalnya, untuk membangun infrastruktur diperlukan modal yang cukup besar agar harga gasnya dapat kompetitif.

"Saya sebagai anak bangas tidak bisa menerima kondisi seperti ini, kita harus mulai penetrasi infastruktur yang pesat yang ada diluar Pulau Jawa (wilayah Indonesia timur)," imbuhnya.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan, Perseroan Tbk, saat ini pun tengah mengemban tugas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menyalurkan lebih banyak gas ke rumah tangga. Sebab, ini merupakan penugasan dari pemerintah, dalam hal ini ESDM.

"Tahun ini, PGN juga ditugaskan membangun jaringan gas bumi rumah tangga sebanyak 26.000 sambungan. Lokasinya tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bandar Lampung, DKI Jakarta dan Kota Mojokerto. Total di seluruh Indonesia PGN menyalurkan gas bumi secara langsung ke pelanggan domestik mencapai 168.973 pelanggan, dengan rincian lebih dari 165.392 pelanggan rumah tangga, 1.929 pelanggan sektor UMKM, komersial, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.652 industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik," tandas Dilo. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top