Gerobak Tenaga Surya untuk Pedagang dari Mahasiswa STT PLN

Author : Franki Dibuat : May 27, 2016

Gerobak Tenaga Surya untuk Pedagang dari Mahasiswa STT PLN
Mahasiswa STT PLN penemu Gerobak Dagang Tenaga Surya (Gatsu). (Foto: Galuh Firdaus)
Listrik Indonesia | Prestasi mahasiswa dalam melakukan berbagai Inovasi  patut diacungkan jempol. 11 mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN, berhasil membuat Gerobak Dagang Tenaga Surya (Gatsu) yang dapat melistriki gerobak itu sendiri dari energi matahari. Sama seperti gerobak dagang pada umumnya, hanya yang membedakan, di atap gerobak Gatsu terpasang dua buah panel surya, masing-masing dengan daya 60 Wp (watt pix).

Awal mula muncul ide Gatsu ini dirintis oleh enam mahasiswa STT PLN dengan Gerakan Energi Terbarukan (GET), yang kemudian menjadi 11 mahasiswa dari kampus ini. Kegiatannya, menyebarluaskan informasi tentang energi baru terbarukan kepada masyarakat. Khususnya, agar energi baru terbarukan bisa dinikmati pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Karena melihat banyaknya pedagang menggunakan gerobak, maka muncullah ide Gatsu tersebut.

"Gatsu merupakan singkatan dari gerobak dagang tenaga surya. Di mana di setiap atap gerobak terpasang dua panel surya dengan daya masing-masing 60 Wp totalnya menjadi 120 Wp. Bisa buat hidupkan blender, lampu, pemanas air, dan charger handphone," kata Muhammad Yazim, mahasiswa perintis Gatsu, semester akhir jurusan Teknik Elektro STT PLN, di Jakarta, (24/5).

Spesifikasi gerobak Gatsu versi 1 ini, menggunakan panel surya berukuran 20x60 Wp, yang bisa menghasilkan energi listrik mencapai 120 watt. Lalu untuk inverternya bisa mencapai 700 watt, alat inilah yang menyesuaikan kemampuan dalam berbagai keperluan seperti untuk blender 350 watt, lampu LED, hingga charger HP. Gerobak dagang ini sekaligus menjadi ‘solar home system’ (rumah tenaga surya), dan menggunakan baterai 12 V, 100 Ah.

Vitagi Daiva, rekan Yazim menjelaskan, “Cara kerja gerobak Gatsu sederhana, kita menerapkan konsep PLTS mini ke dalam gerobak. Supaya nantinya bisa dioeprasikan di daerah terpencil atau daerah yang sulit terjangkau listrik.”

Gerobak banyak gunakan oleh UMKM/masyarakat sebagai media untuk berwirausaha. Untuk mendukungnya, energi matahari yang sangat melimpah dipilih sebagi energi paling potensial. Hingga munculah ide untuk mengembangkan Gatsu sebagai PLTS mini yang diaplikasikan di gerobak pedagang.

Irfan Zidny, Ketua Tim Gatsu menjelaskan, “Butuh waktu tiga bulan untuk merakit Gatsu sampai akhirnya berhasil. Kita dan teman-teman pun sudah sering mempraktikkan Gatsu untuk jualan, sambil berkampanye listrik tenaga surya sekalian.”
"Sudah pernah dicoba jualan jus dan milkshake, bahkan sampai kita tambah running teks LED agar lebih menarik. Sambil mengenalkan Gatsu ini, sekalian kampanye energi baru terbarukan juga," jelasnya. 

Sementara Gunawan Tri Prayoga, anggota lain menambahkan, “Gerobak Gatsu akan menjadi ikon energi terbarukan, pencetus ede awal energi terbarukan pada gerobak dagang. Meskipun kami akui, harga gerobak ini masih tergolong mahal. Tapi hal ini masih dapat menguntungkan pedagang, karena tidak perlu lagi biaya sebagai sumber listrik.”

Ke depan, mereka akan berkerja sama dengan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR), maupun program pemerintah yang ingin mengembangkan UMKM. “Dengan membagikan gerobak tenaga surya buatan kita, akan sangat membantu para pedagang,” pungkas Irfan Zidny. (GF)
 

Terakhir disunting : May 27, 2016


2 Komentar

Berikan komentar anda

Top