Harga Batu Bara Acuan Mengalami Penurunan di November

Author : Franki Dibuat : Nov 8, 2018

Harga Batu Bara Acuan Mengalami Penurunan di November
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara merilis Harga Batu bara Acuan (HBA) November 2018 pada harga USD 97,90 per ton.

Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, mengatakan penyebab penurunan HBA dipengaruhi pasar global dimana pembatasan kuota impor yang diberlakukan China yang masih berlanjut, sehingga menyebabkan permintaan batu bara dari negara itu melemah.

Pada Oktober 2018 HBA sebesar USD100,89 per ton, dan mengalami tren penurunan di November 2018 2,97% menjadi USD 97,90 per ton. Selain dipengaruhi kondisi permintaan China, adanya kendala dalam distribusi batu bara Australia juga turut andil yang sebabkan harga batu bara terkoreksi.

“Sejak tiga bulan terakhir mengalami tren penurunan, namun bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama pada tahun 2017 (year on year) yaitu USD 94,80/ton, maka HBA November 2018 naik USD 3,10 per ton atau setara 3,16%,” ungkapnya.

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900. Penentuan ini disetarakan pada nilai kalori batu bara 6.322 kcal per kilogram Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) 8 persen, kandungan sulfur 0,8 persen as received (ar), dan kandungan ash 15 persen ar.

Bukan tidak mungkin harga batu bara mengalami tren penurunan di bawah USD 100 per ton, jika China masih melakukan kebijakan pembatasan impor karena China sebagai salah satu konsumen terbesar batu bara utama dunia. (GC)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top