Harga Minyak dan Gas Turun, Perusahaan Diminta Lakukan Efisiensi

Author : Franki Dibuat : May 18, 2017

Harga Minyak dan Gas Turun, Perusahaan Diminta Lakukan Efisiensi
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Galuh F)
Listrik Indonesia | Saat ini kondisi harga minyak dan gas bumi (migas) yang sedang menurun, yakni berada di bawah US$50 per barel, hal tersebut diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Menurut Jonan, perusahaan migas menghadapi kondisi seperti ini, seharusnya bisa dijadikan tantangan untuk dapat melakukan efisiensi. 

"Kalau harga minyak masih sekitar US$50 per barel, investasi di hulu migas menjadi tantangan yang luar biasa, insentif pasti kurang. Bagi korporasi hulu migas, tingkat kesulitannya makin lama makin susah, EOR (Enhanced Oil Recovery), serta eksplorasi makin turun dan sebagainya," kata Jonan di JCC Senayan, Jakarta (17/05).

Ia menambahkan, walau tidak mampu mengelola harga minyak, perusahaan migas memiliki tantangan untuk dapat mengelola biaya operasi atau biaya eksplorasi hingga eksploitasi dengan lebih baik. Karena, harga minyak tidak dapat ditentukan oleh pemerintah atau siapa pun. "Jadi efisiensi untuk pengelolaan industri hulu migas menjadi penting sekali," paparnya.

Peran pemerintah untuk mendorong investasi migas yakni bagaimana mempercepat dan mempermudah perizinan. Selain itu, Jonan juga mendorong agar SKK Migas sebagai lembaga yang berhubungan langsung dengan kontraktor migas untuk dapat bekerja lebih baik. "Kita akan membantu semua percepatan perizinan dan semuanya," tandasnya. (RG)

Tags : News
Terakhir disunting : May 18, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top