IETD 2019, Memetakan Sistem Energi Bersih di Indonesia 

Author : @MLI_Fr Dibuat : Nov 13, 2019

IETD 2019, Memetakan Sistem Energi Bersih di Indonesia 
Listrik Indonesia | Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dan Institute for Essential Semoas Reform (IESR) menyelenggarakan Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2019 di The Tribrata, Jakarta, Rabu (13/10). 

Saat ini, transformasi sistem energi global tengah berlangsung. Dalam satu dekade terakhir, energi terbarukan tumbuh pesat melampaui fosil fuel. Pada 2018, penambahan kapasitas terpasang energi terbarukan secara global sebesar 181 GW, hampir dua kali lipat dari penambahan kapasitas terpasang pembangkit fosil dan nuklir. Hal ini menjadi tahun keempat berturut-turut untuk energi terbarukan menambah lebih dari 50 persen dari total kapasitas pembangkit tambahan di dunia. 

Lebih lanjut, Bloomberg New Energy Fnanco (BNEF) melaporkan bahwa investasi energi bersih di negara berkembang sebesar USD 152.8 miliar melebihi negara maju  USD 131.8 miliar. Dalam hal efiseinsi energi, penghematan energi untuk peralatan dan bangunan telah menjadi norma dan standar global untuk menghemat laju intensitas konsumsi energi. 

"Transisi energi secara definisi merupakan sebuah pathway menuju transformasi sistem energi global dari berbasis fosil menjadi nir karbon untuk menghindari dampak buruk dari perubahan iklim. Hal ini menjadi bentuk upaya kolektif secara global dan lndonesia. yang juga telah berkomitmen untuk melaksanakan Perjanjian Paris. Akselerasi energi bersih diharapkan memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya ini," kata Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, dalam pidato pembukaan IETD 2019. 

Ketua Dewan Penasehat ICEF Kuntoro Mangkusubrata, pada acara yang sama mengatakan, perkembangan energi terbarukan yang semakin maju dan ekonomis, preferensi investasi energi bersih yang lebih favorable dan berbagai terobosan teknologi digital di sektor energi menjadikan sistem energi konvensional berbasis fosil tidak lagi relevan untuk dipertahankan. "Untuk itu, para pembuat kebijakan di Indonesia perlu mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi sekaligus mempersiapkan strategi dalam kebijakan pendukungnya," kata Kuntoro. 

Dialog yang diselenggarakan kedua kalinya ini, diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai transisi energi dan memfasilitasi pengembangan diskursus transisi energi di tanah air.  (TS)

Tags : News
Terakhir disunting : Nov 13, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top