Ikatan Istri Pimpinan BUMN Bantu Korban Gempa Aceh

Author : Franki Dibuat : Dec 22, 2016

Ikatan Istri Pimpinan BUMN Bantu Korban Gempa Aceh
Listrik Indonesia, Aceh | Ikatan Istri Pimpinan (IIP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian BUMN, bersama Ikatan Istri Karyawan Garuda Indonesia (IIKGA) menggelar kegiatan bakti sosial untuk masyarakat di kawasan Pidie Jaya, Aceh yang menjadi korban bencana alam gempa bumi pada 7 Desember 2016 lalu.

Ketua Umum IIP BUMN, Eri Imam A. Putro mengatakan, kegiatan sosial yang dilaksanakan di Desa Kutapangwa dan Trieng Gadeng, Pidie Jaya, Aceh tersebut merupakan bagian dari aktivitas Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang diberikan dalam bentuk bantuan logistik senilai lebih dari Rp100 juta.

Bantuan terdiri dari selimut, handuk, tikar, tenda, perlengkapan bayi, perlengkapan beribadah hingga bantuan renovasi masjid dan rumah beberapa warga. "Kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian BUMN dan diharapkan dapat membantu serta mengurangi beban penderitaan para korban bencana alam gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh. Kami yakin saat ini masih banyak masyarakat di kawasan Pidie Jaya yang sangat membutuhkan bantuan, terutama bantuan keperluan untuk sehari-hari seperti ini," kata Eri Imam di Aceh, seperti yang diberitakan Kamis (22/12).
 
Sementara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian BUMN, Pia Megananda mengungkapkan, program bakti sosial ini merupakan salah satu program kerja dari IIP BUMN, DWP Kementerian BUMN dan IIKGA.

"Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu bagian dari program kerja kami, yakni program kerja sosial budaya yang bersinergi," ujarnya.

Selain itu, Garuda Indonesia pada 9 Desember 2016 lalu, telah memberlakukan free cargo kepada BUMN yang akan mengirimkan bantuannya ke Aceh, melalui enam BUMN koordinator yang telah ditetapkan Kementerian BUMN RI, yaitu Pertamina, BRI, Telkom Indonesia, Semen Indonesia, Pelindo I, dan Perum Bulog.

"Pemberlakuan free cargo ini berlangsung sejak 9 - 31 Desember 2016 yang lalu, dengan mekanisme pengiriman melalui Cargo Service Center (CSC) di Cengkareng," terangnya.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,5 skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Aceh banyak menyebabkan banyak roboh dan hancurnya rumah warga dan tempat ibadah, dan lebih dari 100 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. (RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top