Indonesia Belum Mengoptimalkan EBT

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Jan 14, 2020

Indonesia Belum Mengoptimalkan EBT
Listrik Indonesia - Jakarta | Data dari ESDM memaparkan, dari bauran energi primer pembangkit listrik tahun 2019, kontribusi EBT hanya mencapai 12,36%. Batu bara masih dominan yakni 60,50%. Padahal, potensi EBT di Indonesia sangat besar.  Padahal, berdasarkan data dari Kadin bidang EBT, potensi  EBT di Indonesia mencapai 431 giga watt (GW).

Berdasarkan data laporan kinerja Kementerian ESDM, PLTA masih menjadi sumber pembangkit energi yang paling dominan, yakni kapasitas terpasangnya dalam bauran energy sekitar 5,9 GW dan sekitar 20 GW pada 2020. Diikuti dengan sumber pembangkita panas bumi dan bioenergy masing-masing sekitar 2,2 GW dan 2,1 GW, dan surya sekitar 231 MW.

Sementara, di Asia Tenggara, berdasarkan laporan dari Global Energy Monitor (GEM), Asia Tenggara memiliki potensi energi terbarukan yang signifikan dari berbagai sumber daya yang melimpah. Potensi ini saat ini sebagian besar kurang dieksploitasi sebagaimana ditunjukkan oleh penyebaran teknologi yang terbatas, khususnya matahari dan angin. Indonesia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang belum mengoptimalkan energi matahari. 

Padahal saat ini dan ke depan, daya serap industri terhadap energi di Indonesia sangatlah besar dan tentu saja membutuhkan tambahan pasokan energi, khususnya dari EBT. Berdasarkan Outlook Energi 2019 dari Kementerian ESDM, pada tahun 2050, sektor industri akan lebih mendominasi dibandingkan sector lainnya sehingga pangsanya menjadi 42% pada skenario BaU (business as usual), 40% pada scenario PB (pembangunan berkelanjutan) dan 37% pada skenario RK (rendah karbon).  Dan, permintaan energi terbesar setelah industri adalah sektor transportasi, sektor rumah tangga, sektor komersial dan sektor lainnya. (CR)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top