Indonesia Power: Industri Kelistrikan Utamakan Tenaga Kerja Lokal 

Author : Franki Dibuat : Mar 21, 2017

Indonesia Power: Industri Kelistrikan Utamakan Tenaga Kerja Lokal 
Sripeni Inten Cahyani, Direktur Utama PT Indonesia Power. (Foto: R Akmal)
Listrik Indonesia | Upaya menciptakan tenaga kerja yang berkualitas di bidang ketenagalistrikan, melalui Program Kuliah Perdana Diklat Vokasi setara D1, Sekolah Tinggi Teknik PLN (STT PLN) bekerja sama dengan para industri kelistrikan untuk menyalurkan tenaga kerja yang berkompeten dan berkualitas yang siap bekerja.
 
PT Indonesia Power salah satu industri yang siap menerima tenaga kerja dari STT PLN melalui program vokasi tersebut. Pasalnya, pembelajaran yang diterapkan dalam program ini hanya satu tahun, empat bulan di fokuskan belajar di dalam kelas berlandaskan teori, lalu delapan bulan selanjutnya para siswa diterjunkan langsung untuk mulai mengenali dunia kerja di industri, khususnya industri ketenagalistrikan.
 
Direktur Utama PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani mengungkapkan melalui program tersebut, para siswa program vokasi ini dapat mengetahui secara pasti mengenai gambaran industri yang menjadi tempat kerjanya nantinya.
 
“Saya berikan kuliah mengenai gambaran industri itu seperti apa sih? Agar nantinya anak-anak yang baru masuk itu dapat kita dekatkan dengan industri. Agar mereka semua tidak kaget saat setelah selesai kuliah vokasinya dan langsung bekerja,” kata Sripeni kepada Listrikindonesia.com usai pembukaan kuliah perdana program vokasi setara D1 di STT PLN, Jakarta, Senin (20/03).
 
Sebagai industri yang bermain di sektor ketenagalistrikan, dirinya meyakini, tenaga kerja jebolan dari program vokasi ini memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan tenaga kerja lainnya. Apalagi dalam masa praktik kerja lapang atau magang, perusahaan dapat mengetahui karakter dan keunggulan dari masing-masing siswa.
 
“Sistem seperti ini beda dengan sistem rekrutmen kepegawaian yang hanya mengandalkan wawancara singkat saat melamar kerja,” tuturnya.
 
Lebih jauh ia mengungkapkan, sebagai bagian dari industri ketenagalistrikan tentunya tugas Indonesia Power adalah menyediakan tenaga listrik yang andal (tidak banyak gangguan dan efesien).
 
Untuk itu, pihaknya sangat memerlukan investasi pada sektor human resources, investasi disisi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. “Kami akan sangat senang dan terbantu dengan keberadaan STT PLN. Karena apa, investasi jangka panjang sebagian kami titipkan di STT PLN, dalam melahirkan operator pemeliharaan mesin pembangkit agar terhindar dari gangguan,” ungkap Sripeni. 
 
Setop Tenaga Asing
Ia mengatakan, sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya Indonesia Power, dalam hal penyediaan tenaga kerja di bidang ketenagalistrikan, program ini akan menutup keran tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Terlebih lagi pada program kelistrikan 35 ribu Megawatt (MW), yang mempu menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja.
 
“Adanya program seperti ini untuk menutup keran impor tenaga kerja asing di sektor ketenagalistrikan, terlebih lagi dalam program 35 ribu MW yang mampu menyerap banyak tenaga kerja,” imbuhnya.
 
“Bicara 35 ribu MW, bagi saya Merah Putih adalah anak-anak muda Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Di era globalisasi, di era MEA, Indonesia harus menjadi tuan rumah. Bagaimana caranya? Wajib bagi perguruan tinggi dan industri berkolaborasi untuk mendukung putra-putri terbaik bangsa ini,” tegasnya.
 
Ia berpesan kepada seluruh siswa-siswi agar tetap semangat dan fokus dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi. “Pesan saya untuk generasi penerus, untuk terus belajar, tekun, setelah itu ikhlas dalam bekerja. Insya Allah, hal itu akan menjadi kunci sukses seseorang dalam meniti karier,” tandasnya. (GF)

Tags : News
Terakhir disunting : Mar 21, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top