Ini Cara PLN Lindungi Konsumen dari Kejahatan

Author : Franki Dibuat : Mar 12, 2018

Ini Cara PLN Lindungi Konsumen dari Kejahatan
Listrik Indonesia | Upaya melindungi dan menjaga hak konsumen, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) melakukan pengecekan meteran listrik masyarakat pada Jumat dan Sabtu (9-10/3/2018) lalu.

Pengecekan tingkat akurasi Alat Pengukur dan Pembatas (APP) atau meteran listrik ini dilakukan untuk melindungi dan menjaga hak konsumen atas akurasi perhitungan pemakaian listrik. Hal tersebut diungkapkan General Manager PLN Disjaya M. Ikshan Asaad.

PLN Disjaya melakukan pengecekan dengan metode sampling. Sebanyak 2.352 dari total 4.238.112 pelanggan PLN Disjaya yang dijadikan sampel. Pengecekan berkala meteran listrik ini berupa pelanggan Automatic Meter Reading (AMR), pelanggan pascabayar non-AMR dan pelanggan prabayar.

"Melalui proses pengecekan dan tera dilakukan agar akurasi perhitungannya tetap terjaga sehingga tercipta transparansi dan fairtrade dengan pelanggan. Sebab, pada dasarnya pelanggan membayar rekening listrik sesuai dengan energi listrik yang digunakan," jelas Ikhsan melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, beberapa waktu lalu (11/03).

"Pengecekan ini dilakukan untuk menjaga dan membangun kepercayaan pelanggan bahwa meter listrik yang digunakan untuk mengukur pemakaian listrik itu akurat sehingga data pemakaian yang keluar dari meter listrik tersebut sesuai dengan listrik yang dipakai pelanggan," sambung Ikhsan.

Kepada masyarakat, ia mengatakan, Alat Pengukur dan Pembatas atau meter listrik tersebut merupakan aset PLN yang dititipkan ke pelanggan sebagai alat ukur konsumsi energi listrik oleh pelanggan. Pelanggan dan pihak selain PLN tidak memiliki hak untuk mengubah, membuka segel atau memodifikasi APP tersebut demi terjaganya akurasi pengukuran energi listrik.

"Kami juga ingin bertemu dengan pelanggan sekaligus berpesan untuk menjaga meter listrik baik-baik, karena meter listrik tersebut milik PLN yang dititipkan ke pelanggan sebagai alat ukur pemakaian listrik," imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, masyarakat diminta selalu waspada terhadap tindak penipuan dari orang yang mengaku sebagai petugas PLN dan meminta sejumlah uang dari masyarakat.

"PLN tidak pernah melakukan transaksi keuangan di lapangan karena setiap transaksi keuangan dari layanan kelistrikan PLN diinput melalui sistem dan memiliki nomor registrasi. Sehingga hanya bisa dibayarkan di Payment Point Online Bank (PPOB)," tandasnya.  (Rg)

Tags : News
Terakhir disunting : Mar 12, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top