Ini Kata Jonan Terkait Progres Proyek Kelistrikan 35 Ribu MW

Author : Franki Dibuat : Mar 7, 2018

Ini Kata Jonan Terkait Progres Proyek Kelistrikan 35 Ribu MW
Listrik Indonesia | Pemerintah terus berusaha untuk tetap menyelesaikan program kelistrikan 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, guna mewujudkan “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Untuk itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dengan tegas mengatakan, bahwa program ketenagalistrikan 35 ribu MW terus berlanjut dan tidak jalan di tempat.

Menurutnya, program infrastruktur kelistrikan tersebut tetap berjalan karena sesuai dengan kebutuhan yang kian meningkat. Pasalnya, program kelistrikan ini telah berjalan selama 2,5 tahun, namun begitu proses pembangunan pembangkit listrik membutuhkan waktu lebih panjang lagi.

“Ini dimulai pertengahan 2015. Kalau pembangkit besar-besar nggak mungkin dua tahun. Konstruksi, penandatanganan PPA (power purchase agreement/ jual beli listrik), pengadaan dan perencanaan, butuh waktu cukup,” ungkap Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Jakarta, (07/03).

Meski pembangunan sudah selesai‎, lanjutnya, akan tetapi pengoperasian pembangkit tersebut membutuhkan waktu lebih lama, hal ini menyesuaikan jenis pembangkit dan kapasitasnya.

Program kelistrikan sedang dalam tahap konstruksi tercatat hingga saat ini sekitar 17.116 MW. “Untuk selebihnya ada yang sudah tanda tangan kontrak dan ada yang dalam tahap pengadaan serta tahap perencanaan. Untuk yang tahap konstruksi ini tetap berjalan. Nggak ada masalah,” jelas Jonan.

Secara terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, kemajuan pembangunan proyek 35.000 MW sudah mencapai 30% - 40%.

Ia mengungkapkan, masa pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di atas 600 MW bisa mencapai enam (6) tahun dan di bawah 600 MW mencapai tiga (3) tahun.

Ia melanjutkan, untuk pembangunan pembangkit panas bumi (PLTP) dibutuhkan waktu sekitar lima (5) tahun, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memakan waktu sekitar enam (6) tahun.

“Yang cepat itu PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) bisa sekitar delapan (8) bulan hingga satu tahun,” paparnya.

Ia menuturkan, salah satu bukti kemajuannya yakni pembangunan PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9, PLTU Jawa 10 dengan total kapasitas 4.000 MW yang baru diresmikan Persiden Jokowi pada 5 Oktober 2017 lalu.

“Selain pembangunan (Jawa 7,9,10), masih ada PLTU Jawa I yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, penyelesaiannya kini sudah mencapai 37%,” tandas Sofyan. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top