Ini Langkah Agar Baterai Smartphone Tidak Cepat Habis

Author : Franki Dibuat : Oct 8, 2016

Ini Langkah Agar Baterai Smartphone Tidak Cepat Habis
Listrik Indonesia | Teknologi di zaman seperti ini semakin canggih, seperti smartphone yang dapat membantu penggunanya untuk mengerjakan pekerjaan kantor, bisnis, mencari tugas kampus, mengecek e-mail, membaca berita, berbagai aktivitas di media sosial, serta dapat memotret segala peristiwa atau momen saat bersama keluarga.

Bagaimana jika smartphone yang sedang anda gunakan untuk mengakses semua itu, tiba-tiba bermasalah, seperti baterainya bocor dan cepat habis. Memusingkan bukan?

Pasalnya, rata-rata baterai smartphone saat full memiliki ketahanan waktu pakai sekitar 4-5 jam, jika digunakan secara terus menerus.  Pastinya waktu secepat  itu tidak mungkin bisa menemani pengguna selama seharian.

Berikut beberapa tips dalam mengisi (men-charge) baterai smartphone yang benar, agar baterai smartphone anda bisa bertahan lebih panjang :

1. Jangan biarkan baterai habis total.
Ada sebagian masyarakat yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Hal tersebut memang ada benarnya, namun, hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan.

Smartphone saat ini sudah modern dan menggunakan baterai berbahan lithium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap berada di atas 50 persen atau minimal 20 persen. Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu pakai hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

2. Jangan meng-charge smartphone semalaman
Bagi sebagian pengguna smartphone mempunyai kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur. Hal ini pastinya ternyata tidak baik, sebab baterai smartphone tidak boleh dibiarkan terlalu lama dalam kondisi 100 %. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen.

Mengisi baterai sebentar hingga terisi penuh secara berkali-kali lebih baik untuk kesehatan baterai, dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus. Baterai lithium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya, karena baterai tersebut memiliki komponen yang bisa merusak baterai itu sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Pengguna wajib waspada.

3. Hindari smartphone dari tempat yang panas
Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya didashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau  smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai. Idealnya baterai lithium disimpan dalam suhu sekitar 15 derajat celsius.

4. Langsung ke soket listrik
Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai.

Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga tetap lebih cepat dan aman. Jika dibandingkan dengan menghubungkan smartphone ke USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.  (RG/Fr)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top