Ini Penjelasan Wamen ESDM Soal Harga Gas US$1 di Aljazair

Author : Franki Dibuat : Mar 14, 2018

Ini Penjelasan Wamen ESDM Soal Harga Gas US$1 di Aljazair
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar (Foto: Dok KESDM)
Listrik Indonesia | Dalam kunjungan kerjanya pekan lalu ke tiga negara, Aljazair, Prancis, dan Amerika Serikat, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar meminta penjelasan kepada Presiden Direktur Sonatrach, BUMN Aljazair terkait informasi harga jual gas yang hanya sebesar US$ 1 per MMBtu (One million British Thermal Units).

Pihak Aljazair menjelaskan, harga jual US$ 1 per MMBTU itu hanya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat Aljazair saja, bukan untuk industri dan ekspor, dirilis esdm.go.id.

Sementara, harga gas untuk ekspor Aljazair tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, yaitu sebesar US$ 6-7 per MMBtu.

"Sistem ketatanegaraan Aljazair adalah sosialis, maka harga gas yang hanya US$1 per MMBtu, itu hanya berlaku untuk kebutuhan masyarakat mereka dan harga US$ 1 tersebut tidak berlaku untuk ekspor dan industri," ujar Arcandra dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Rabu (13/3).

Aljazair mengekspor gas ke Eropa dengan menggunakan pipa, tambah Arcandra, dengan harga yang dikenakan adalah 10% dari harga crude yang berlaku, jadi kalau saat ini harga crude sekitar US$ 60 maka harga gasnya sekitar US$6 per MMBtu, dari sisi itu maka harga US$ 1 untuk ekspor itu tidak mungkin, apalagi nanti ekspornya menggunakan LNG.

"Jadi yang dikatakan harga gas di Aljazair US$ 1 per MMBTU itu hanya untuk konsumsi dalam negeri, hanya untuk masyarakatnya sendiri dan untuk industri tidak mungkin diberikan harga yang US$ 1, dan itu confirmed," jelas Arcandra.

Dengan besaran harga 10% dari crude hampir dapat dipastikan harga jual gas di Aljazair tidak jauh berbeda dengan di Indonesia dan masyarakat dunia lainnya. Untuk memberikan perspektif yang sehat terkait harga gas nasional, pemerintah mempersilahkan perusahaan-perusahaan didalam negeri untuk mengimpor gas jika dimungkinkan harga impor lebih murah daripada harga gas di dalam negeri.

"Terbuka kemungkinan kalau ada yang impor selama harganya jauh lebih murah dari apa yang ada didalam negeri. Ini agar kita memberikan perspektif yang sehat terhadap harga gas di Indonesia," pungkas Arcandra Tahar.  (Fr)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top