Ini Prediksi Pemerintah Soal Gas Hingga 20 Tahun Mendatang

Author : Franki Dibuat : Jul 12, 2017

Ini Prediksi Pemerintah Soal Gas Hingga 20 Tahun Mendatang
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja. (Foto: Galuh Firdaus)
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memprediksi pada 2035 terdapat sekitar 60 kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang tidak terserap. Untuk itu, pemerintah berharap gas yang belum terserap itu dapat dimanfaatkan oleh pembeli dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengungkapkan, masih terdapat kargo LNG domestik yang tak terserap pada 2035. Dirinya menyebut, volumenya sekitar 50 sampai 60 kargo setahun. "Hingga saat ini masih terdapat sekitar 18 kargo yang sudah ditender," ungkap Wiratmaja usai membuka pameran Gas Indonesia Summit & Exhibition 2017 di Senayan, Jakarta, Rabu (12/07).

Pada 2019, lanjut Wirat, Indonesia belum banyak menyerap pasokan LNG dari luar negeri, sebab produksi gas dalam negeri masih memiliki prospek yang lebih baik ketimbang luar negeri.

Menurutnya, proyeksi impor sangat bergantung dengan jumlah pembangkit yang terbangun, sebab sektor ketenagalistrikan sangat menyerap gas besar. Kemampuan produksi gas dalam negeri juga menjadi penentu dari keberhasilan penggunaan gas, dan ketersediaan infrastruktur gas juga menjadi penyebab naiknya permintaan gas di dalam negeri.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026 menyebutkan, bauran energi baru terbarukan (EBT) naik sekitar 3%, dari sebelumnya sekitar 19,7% menjadi 22,6%. Sementara, porsi batubara juga mengalami kenaikan sekitar 0,1%, dari sebelumnya sekitar 50,3% menjadi 50,4%.

Sedangkan porsi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) turun sekitar 3%, dari sebelumnya sekitar 29,4% menjadi 26,6%, dan yang terakhir penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dipangkas sekitar 0,2%, dari sebelumnya sekitar 0,6% menjadi 0,4%.

Dengan begitu, kapasitas berbasis energi baru terbarukan sebesar 28.282 Megawatt (MW), dan pembangkit batubara pada 2025 sebanyak 63.352 MW. Sedangkan, kapasitas total PLTG sebesar 33.436 MW, sementara pembangkit berbahan bakar diesel yang beroperasi berjumlah 503 MW.

Data PLN menunjukkan, sejak 2015 hingga Maret 2017 lalu, program pembangkit 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, sekitar 2% atau 639 MW yang baru beroperasi, sehingga target kapasitas pembangkit terpasang pada 2019 menjadi 79.200 MW. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top