Inilah Gaya Hidup Pekerja Jakarta

Author : Franki Dibuat : Sep 3, 2018

Inilah Gaya Hidup Pekerja Jakarta
Foto: R Akmal/Listrik Indonesia
Listrik Indonesia | Bagi pekerja kota besar seperti Jakarta, kehidupan penuh perjuangan sudah biasa dijalani. Dalam bahasa anak milenial, inilah yang disebut kelas menengah ngehe.

Tidak sempat melihat mentari. Itulah yang rata-rata dijalani pekerja di Jakarta. Bagaimana tidak. Sebelum subuh mereka sudah berbondong-bondong menuju stasiun. Banyak di antaranya yang menjalankan sholat Subuh di kereta/Commuter Line. Mereka juga harus berdesakan untuk sampai ke stasiun tujuan.

Kejadian tersebut berulang kembali ketika jam pulang kerja. Lagi-lagi lautan manusia memenuhi jalanan atau berbagai alat transportasi.

24 jam sungguh tak cukup untuk pekerja ibu kota. Jam sampai ke rumah buat pekerja ini rata-rata jam 10.00-11.00 WIB malam dan tidur berbarengan dengan menit-menit pergantian hari, bahkan saat hari sudah berganti.

Tidak heran, sampai kereta terakhirpun terkadang masih banyak pekerja yang menuju rumahnya. Tidak heran mereka bisa tidur sambil berdiri di kereta saking sudah terlalu terbiasa hidup tergesa-gesa.

Memang Jakarta merupakan Ibu Kota negara di mana tersebut terdapat banyak kantor-kantor pemerintahan dan kantor-kantor pusat berbagai perusahaan sehingga di Jakarta banyak hidup para pekerja kantoran.

Hampir separuh dari pekerja di Jakarta adalah pekerja kantoran di berbagai perusahaan berkecimpung di berbagai jenis usaha. Gaya hidup seakan seragam mereka miliki karena kondisi kota yang keras mengharuskan para pekerja memiliki daya tahan yang kuat agar dapat bersaing dengan ribuan pekerja lainnya.

Dibandingkan dengan pekerja-pekerja kantoran di kota lain, pekerja kantoran di Jakarta memiliki gaya hidup yang dapat dikatakan unik dan khas.

Pekerja di jakarta, rata-rata tidak bertempat tinggal di Jakarta. Mereka bertempat tinggal di Jabodetabek dengan pekerja terbanyak berasal dari Bekasi. Kendaraan umum menjadi salah satu pilihan transportasi. Karena selain relatif tepat waktu, biaya yang dikeluarkan juga lumayan terjangkau.

Pekerja lainnya menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke tempat kerjanya.

Sebuah penelitian menyebutkan, sebanyak 70,95 persen pekerja memilih kendaraan pribadi sebagai moda transportasi. Kendaraan terbanyak ialah sepeda motor (58,19 persen). Selebihnya, 23-30 persen pekerja ibu kota itu tiba ke Jakarta menggunakan kendaraan umum seperti kereta, bus TransJakarta, atau mobil/bus jemputan.  Selengkapnya seperti ditayangkan dalam Listrik Indonesia edisi 64 cetak. (EP)

Terakhir disunting : Sep 3, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top