Innovation Day: Schneider Electric Luncurkan Masterpact MTZ Circuit Breakers

Author : Franki Dibuat : Nov 8, 2018

Innovation Day: Schneider Electric Luncurkan Masterpact MTZ Circuit Breakers
Listrik Indonesia - Jakarta | Country President Indonesia Schneider Electric mengatakan  Xavier Denoly menyatakan, Schneider Electric menyadari bahwa era teknologi disruptif menuntut para pemangku kepentingan untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Solusinya adalah visi dan gagasan yang berani untuk mengelola energi secara aman, andal, efisien, terhubung dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan energi yang tepat akan berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional dan memberikan nilai tambah dalam proses produksi.

Dia mengungkapkan hal ini dalam acara Innovation Day yang mengusung tema 'Are You Future Ready?' di Fairmont Hotel, Jakarta. Dalam even ini Schneider Electric meluncurkan  Masterpact MTZ Future Ready dan menampilkan inovasi terbaru sebagai layer ketiga dari EcoStruxure yaitu EcoStruxure Power Advisor, Building Advisor, dan Asset Advisor yang memberikan analisis komprehensif dari pengelolaan energi mencakup identifikasi kemungkinan terjadinya masalah dan memberikan laporan secara teratur sehingga memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi dan cepat.

EcoStruxure merupakan platform IOT-enabled, plug-and-play, arsitektur terbuka dari Schneider, yang memberikan solusi end-to-end dalam enam area domain - Power, Teknologi Informasi, Bangunan, Mesin, Pabrik dan Jaringan (Grid)  untuk empat sektor pasar yaitu Bangunan, Pusat Data, Industri dan Infrastruktur.

“Di Indonesia, EcoStruxure telah banyak digunakan oleh para pelaku industri. Dalam 3 tahun terakhir, hampir 50 persen proyek bangunan baru terhubung dengan EcoStruxure Building, 80 persen pelanggan pusat data kami dikelola dengan EcoStruxure IT, dan lebih dari 1.200 gardu listrik PLN dimonitor dengan dukungan dari EcoStruxure Grid,” ungkap Xavier.

EcoStruxure memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui efisiensi operasional dan pengurangan biaya energi hingga 60 persen, pengurangan biaya integrasi hingga 50 persen dan pengurangan hingga 30 persen biaya operasional.

“RS Indriati, sebuah rumah sakit umum swasta yang berlokasi di Solo dapat menjadi contoh yang baik tentang bagaimana EcoStruxure dapat membantu pelanggan kami dalam memastikan ketersediaan dan keandalan distribusi energi dalam kegiatan operasional dengan efisiensi biaya operasional. Dengan EcoStruxure, RS Indriati diharapkan dapat mengurangi downtime hingga 40 persen karena pemadaman listrik, dan dapat menghemat energi dan biaya operasional hingga 30 persen per tahun. Kami berharap dapat membantu lebih banyak pelanggan seperti RS Indriati untuk mencapai kinerja terbaik mereka tanpa khawatir akan masalah pengelolaan energi,” tutup Xavier.

Di sektor kesehatan, solusi EcoStruxure Power telah dipakai di sekitar 30 rumah sakit di seluruh Indonesia dalam rangka memastikan keselamatan pasien dan menghadirkan jaringan listrik yang andal dan pada saat yang bersamaan melakukan efisiensi energi. Solusi EcoStruxure Power kami juga telah dipercaya oleh 20 rumah sakit baru yang akan dibangun di Jakarta, Kalimantan, Sumatera dan Ambon yang targetnya akan selesai terpasang hingga akhir 2018. (DH)

Tags : News
Terakhir disunting : Nov 8, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top