IPI Dari Konsultan Menuju EPC

Author : Franki Dibuat : Dec 1, 2017

IPI Dari Konsultan Menuju EPC
Listrik Indonesia | 22 tahun berkiprah di industri kelistrikan PT Indopower International (IPI) siap menjadi EPC. Pada IBEA 2017 IPI juga berhasil masuk dalam Top 3 Local Content Electricity Company.

“Awal IPI berdiri sebagai konsultan, kami dipercaya  untuk membantu menggarap proyek pembangkit listrik paiton, pada saat itu konsultan dari Amerika. Lalu dari situ kami percaya diri untuk menjadi local content electricity company,” ungkap Harun Al Rosyid, Dirut IPI, saat dikunjungi Listrik Indonesia di kantornya.

Sebagai konsultan power plant IPI sudah mempunyai banyak jaringan sebanyak 360 perusahaan yang telah menjadi mitra bisnisnya.  IPI juga banyak pengalaman dalam menggarap pembangkit listrik baik lokal maupun luar negeri, mulai dari pembangkit berkapasitas 10 MW sampai 1000 MW. Dengan visi yang kuat yakni menjadi perusahaan engineering kelas dunia yang profesional dalam mendukung perusahaan kelistrikan, industri dan program-program pembangunan di seluruh dunia, membuat IPI semakin yakin untuk menuju menjadi EPC.

“Kita mempunyai pengalaman dan kontribusi besar di bidang enjinering, terlebih saya sudah 30 tahun menjadi enjiner. Tantu, kami sangat yakin akan kemampuan yang kami miliki untuk menjadi EPC,”ujarnya.

Sambungnya, “Membangun EPC memerlukan modal yang besar, juga perlu satu sampai tiga tahun. Tapi itu sudah jadi komitmen kita untuk mengarah ke sektor EPC,”ucap Harun.

Pada ajang IBEA 2017 PT Indopower International berhasil masuk tiga besar dalam kategori Local Content Electricity Company. Apa yang ditampilkan IPI di IBEA 2017?

Kendati hanya menjadi tiga besar, namun IPI melakukan hal yang nyata dalam menerapkan local content electricity company. Mulai dari produk yang diproduksinya dan tenaga ahli yang mereka miliki, hampir 90 persen local content.

Harun Al Rosyid dalam simposiumnya menjelaskan, bahwa perusahaanya hampir sepenuhnya menggunakan orang lokal, dan produk teknologinya seperti turbin air dengan kapasitas 1 MW menggunakan bahan 100 persen dari dalam negeri. dia juga memaparkan hasil pencapaian perusahaannya kepada dewan juri.  

“Produk baru kita yang lain juga sudah diekspor ke Jepang,” katanya.

Dengan kehadirannya di IBEA 2017 menurutnya, hal ini sebuah sinergi untuk memajukan kelistrikan Indonesia. Dirinya berharap, pemerintah membuka ruang yang lebih untuk perusahaan lokal agar bisa memproduksi, produk buatan dalam negeri.

“Pemerintah semoga bisa membantu perusahaan lokal dalam hal regulasi, dengan begitu kita optimis untuk bisa bersaing dengan negara lain,” pungkasnya. (GC)

Tags : News
Terakhir disunting : Dec 3, 2017


1 Komentar

Berikan komentar anda

Top