Jaga Estetika Ibu Kota, PLN Tanam Kabel Sepanjang 150 Kms

Author : Franki Dibuat : Jan 12, 2018

Jaga Estetika Ibu Kota, PLN Tanam Kabel Sepanjang 150 Kms
Listrik Indoneisa | PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) melakukan penanaman kabel tegangan menengah 20 ribu volt yang akan di pasang dibawah tanah (UGC/under ground cable) sepanjang 150 kilometer sirkit (Kms), guna menyambut Asian Games 2018.

General Manager PLN Disjaya, M. Akbar Assad mengatakan, tahun ini lebih intens lagi, sebab Jakarta harus menggunakan kabel bawah tanah, agar tidak mengganggu estetika Ibu Kota.

Pihaknya menanamkan kabel tegangan menengah 20 ribu volt. Di tahun 2018 kita rencanakan kurang lebih membangun 150 kms kabel bawah tanah.

"Itu memang semuanya harus ditanam di dalam tanah, karena dari siai keandalan jauh lebih andal, yang kedua dari sisi estetika ibukota, diharapkan bahwa kabel-kabel kita rapih dipasang di bawah sehingga tidak kelihatan," jelasnya di sela-sela .

Ia menambahkan, yang jauh lebih penting bagaimana proyek ini (penanaman kabel bawah tanah sepanjang 150 kms) bisa selesai sebelum Asian Games 2018. "Ini memang merupakan program kami untuk memperkuat pasokan DKI Jakarta khususnya, dalam menyambut Asian Games," jelasnya.

Menurutnya ada beberapa titik lokasi yang krusial saat penanaman kabel bawah tanah. "Tempat acara (Asian Games) seperti Gelora Bung Karno (GBK), venue-venue, tempat latihan, Gor, itu semua kita perkuat, dan juga tentunya hotel-hotel tempat kontingen menginap," imbuhnya.

Dirinya melihat peralatan yang digunakan untuk menanamkan kabel cukup bagus dan up to date. "Kita harapkan pekerjaan ini bisa selesai cepat dan lebih berkualitas, sehingga tentunya listrik akan andal tidak byar pet," jelasnya.

"Kontinuitasnya harus selalu dijaga, ini kan Ibu Kota negara. Jadi harus selalu rapih," sambungnya.

Optimistis di 2018
Ia mengatakan, untuk konsumsi listrik tahun 2017 sebenarnya masih lebih tinggi dari tahun 2016. Tahun 2017 pertumbuhan listrik PLN Disjaya sekitar dua (2) persen, lebih tinggi dari 2016.

"Dari sisi penambahan pelanggan kita ada tambahan pelanggan baru kurang lebih 200 ribu pelanggan di 2016. Saya kira tahun 2018 listrik tumbuh, karena memang kebutuhan listrik sudah menjadi kebutuhan pokok. Sekarang segala aktivitas keseharian kita banyak pakai listrik," paparnya.

"Kita optimis tahun ini, tentunya Jakarta akan tumbuh, konsumsinya akan tumbuh, apalagi ada perhelatan akbar seperti Asian Games ini, dan sudah mulai beroperasi mya misalkan LRT, MRT, itu lan mengkonsumsi energi listrik yang sangat besar. Perkiraan Disjaya tahun ini kita akan tumbuh sekitar 6-7 persen. Kami optimis bisa mencapai itu," tandasnya. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top