Jokowi Groundbreaking Tiga PLTU 4.000 MW dan Resmikan PLTU 660 MW

Author : Franki Dibuat : Oct 5, 2017

Jokowi Groundbreaking Tiga PLTU 4.000 MW dan Resmikan PLTU 660 MW
Listrik Indonesia, Cilegon | Presiden Joko Widodo hari ini melakukan groundbreaking tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP di Banten, dengan total kapasitas mencapai 4000 MW. Selain itu, Presiden juga meresmikan beroperasinya PLTU Banten kapasitas 660 MW.

Groundbreaking dan Peresmian PLTU IPP ini merupakan dukungan nyata Pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Banten, di mana nantinya listrik yang dihasilkan akan men-support keandalan sistem Jawa-Bali.

"Pembangunan infrastruktur kelistrikan terus dikebut agar semua masyarakat menikmati listrik. Selain itu secara ekonomi akan memberikan dampak langsung dengan penyerapan tenaga kerja lokal dimana proyek itu berada," jelas Jokowi di sela-sela peresmian PLTU IPP Jawa 7 di Cilegon Banten (5/9).

Berikut keempat proyek yang di-groundbreaking dan diresmikan oleh Presiden RI:

1. PLTU IPP Jawa 7
PLTU IPP Jawa 7 kapasitas 2x1000 MW dengan nilai investasi mencapai 35 Triliun rupiah. Dimana proyek raksasa ini mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 3000 orang dalam proses konstruksi.

Proyek  yang ditandatangani sejak 21 desember 2015 ini dikembangkan oleh konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, salah satu pembangkit terbesar di Banten ini menggunakan teknologi ultra super critical yang ramah lingkungan hal ini sesuai dengan komitmen PLN untuk menurunkan kadar emisi hingga 23% ditahun 2026. Proyek ini pembangunnya sudah mencapai 34 persen.
Ditargetkan PLTU IPP Jawa 7 akan selesai pada april 2020. Menggunakan skema power purchasing agreement PLN membeli listrik dengan harga USD  4.2 cent per KWH.

2. PLTU IPP Jawa 9-10
Masih berada di Banten, tambahan pembangkit untuk sistem jawa bali akan didukung dengan pembangunan PLTU Jawa 9 dan 10 dengan total kapasitas 2000 MW. Pembangunan PLTU jawa 9-10 ini merupakan perluasan dari PLTU Suralaya 1 sampai 8 yang memiliki kapasitas sebesar 4000 MW. Pembangkit listrik ini mengunakan mesin ultra super critical yang ramah lingkungan dengan tingkat pencemaran emisi yang rendah.
Total investasi untuk Suralaya 9-10 mencapai kurang lebih 46 triliun rupiah.dengan penyerapan tenaga kerja ditargetkan mencapai 4000 orang mulai dari proses konstruksi hingga pengoperasian.dengan memberikan multiplier effect untuk warga sekitar pembangkit.
Proyek ini merupakan konsorsium dari PT Indonesia Power  51% dan Barito Wahana Lestari 49%

3. PLTU IPP Banten kapasitas 1x 660 MW Pertumbuhan ekonomi di jawa bagian barat sangat pesat dengan adanya penambahan energi listrik dari PLTU Banten kapasitas 660 MW maka menambah kehandalan pasokan listrik dsistem jawa bali terutama untuk wilayah banten.

Proyek senilai Rp18 triliun ini terletak di Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Serang, Banten, telah beroperasi pertengahan tahun ini, menggunakan teknologi super critical yang dilengkapi fasilitas penurun emisi gas buang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakt sekitar lokasi pembangkit, PLTU banten juga menyerap tenaga kerja sejak masa konstruksi hingga operasi telah menyerap tenaga kerja lebih dari 3000  orang.

4. Pembangunan Coal Terminal
Untuk mendukung proyek infrastruktur kelistrikan di Banten, PLN juga membangun coal terminal banten atau terminalbatubara yang mempunyai kemampuan untuk mencampur batu bara dengan berbagai spesifikasi yang masih ada didalam rentang spesifikasi batubara PLTU PLN di Jawa bagian Barat khususnya PLTU Suralaya, Labuan, Pelabuhan Ratu, Lontar dan PLTU Jawa 7. Dengan dibangunnya terminal batubara ini diharapkan akan memberikan nilai tambah kepada PLN terkait dengan pengamanan pasokan batu bara, memberikan kwalitas batu bara yg sesuai dengan kebutuhan PLTU dan memberikan fleksibilitas pasokan batu bara serta menampung domestic market obligation.

Terminal batu bara ini merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan PLN yaitu PT. PLN Batubara dengan Gama Coorp. dengan nilai investasi diperkirakan lebih kurang Rp2 triliun, di mana nantinya teminal ini mampu menampung hingga 20 juta ton batu bara.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan, bahwa bilai total investasi dari seluruh proyek ini sangat besar dan mampu menyerap tenaga kerja yang banyak.

"Dari seluruh proyek tersebut total investasi lebih kurang 100 Triliun rupiah dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 10 ribu orang.kehandalan kelistrikan tanah air menjadi yang utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga" ungkap Sofyan Basir.

Sofyan menambahkan multiplier effect yang ditimbukan dari pembangunan PLTU di wilayah banten sangat luas dan diharapkan bisa membantu perekonomian Banten dan mengurangi tingkat pengangguran dengan adanya lapangan kerja baru. (DH)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top